Berita

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva/Net

Dunia

Lula: BRICS Bukan Saingan G7 dan G20, Kami Tidak Ingin jadi Tandingan

RABU, 23 AGUSTUS 2023 | 07:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

BRICS tidak bertujuan untuk menyaingi Amerika Serikat apalagi negara-negara kaya yang tergabung dalam G7. Hal itu dikatakan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva pada selasa (22/8) saat tiba di Johannesburg, tempat KTT BRICS berlangsung.

BRICS bertujuan untuk mengatur negara-negara berkembang, katanya.

“Kami tidak ingin menjadi tandingan terhadap G7, G20 atau Amerika Serikat,” tegasnya. "Kami hanya ingin mengatur diri kami sendiri."


Para pemimpin negara-negara BRICS - Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan - berkumpul di Johannesburg pada Selasa untuk pertemuan puncak di mana mereka akan mempertimbangkan perluasan blok tersebut menyusul desakan beberapa anggota untuk menempanya menjadi penyeimbang ke Barat.

Meningkatnya ketegangan global yang dipicu oleh perang di Ukraina dan meningkatnya persaingan antara Tiongkok dan Amerika Serikat telah menambah pentingnya upaya memperkuat blok tersebut, yang terkadang mengalami perpecahan internal dan kurangnya visi.

Presiden China Xi Jinping yang juga hadir dalam KTT tersebut mengatakan bahwa pertemuan puncak BRICS akan menjadi tonggak penting terutama dalam pengembangan mekanisme blok dan perluasannya.

Tuan rumah KTT BRICS, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, sepakat dengan pernyataan Xi. Ia mengatakan, China dan Afrika Selatan memiliki “pandangan serupa” mengenai ekspansi BRICS.

“Kami sependapat dengan Anda, Presiden Xi, bahwa BRICS adalah forum yang sangat penting yang memainkan peran penting dalam reformasi tata kelola global dan dalam mendorong multilateralisme dan kerja sama di seluruh dunia,” ujar Ramaphosa, seperti dikutip dari Reuters.

Perdana Menteri India Narendra Modi juga menghadiri KTT yang berlangsung pada 22-24 Agustus ditengah upayanya yang semakin menjangkau negara-negara Barat.

Meskipun potensi perluasan BRICS masih belum jelas, janji blok tersebut untuk menjadi pelopor negara-negara berkembang “Global Selatan” dan menawarkan alternatif terhadap tatanan dunia yang didominasi oleh negara-negara Barat yang kaya sudah mendapat tanggapan.

Lebih dari 40 negara telah menyatakan minatnya untuk bergabung dengan BRICS, kata para pejabat Afrika Selatan. Dari antara mereka, hampir dua lusin orang telah secara resmi meminta untuk diterima, dan beberapa di antaranya diperkirakan akan mengirim delegasi ke Johannesburg.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

KPK Panggil Pejabat Perum Bulog di Kasus Korupsi Penyaluran Bansos Beras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:27

DPR Terima Masukan Buruh untuk RUU Ketenagakerjaan, FSP BUMN Bersatu Ikut Hadir

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:22

GOTO Bantah Didepak MSCI karena Kinerja, Sebut Keputusan Bersifat Teknis

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:17

Bos Narkoba Kampung Bahari Ditangkap Saat Penggerebekan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:11

KPK Periksa Ketua DPD PAN Jakut Bebizie Sri Mulyati di Kasus Rita Widyasari

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:05

Penangguhan Bansos Pelaku Judol Harus Beri Efek Jera

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:33

Calon Hakim Agung Hari Sih Advianto Tawarkan Desain Baru Hukum Pajak

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:28

Pemberdayaan Perempuan Lewat MBG Perkuat Kesejahteraan Keluarga

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:24

Ini Alasan MSCI Depak GOTO dari Indeks

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:20

Bantah Kejar Pajak Kontrakan, Purbaya: Nggak Ada Perintah Itu

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:17

Selengkapnya