Berita

Presiden RI Joko Widodo/Net

Dunia

Pengamat: Indonesia Bisa Manfaatkan KTT BRICS untuk Perkuat Peran dalam Isu Global

SENIN, 21 AGUSTUS 2023 | 20:56 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kehadiran dalam KTT BRICS yang akan diselenggarakan di Johannesburgl, Afrika Selatan besok, Selasa (22/8), bisa memperkuat peran dan pengaruh Indonesia dalam isu-isu global.

Pengamat hubungan internasional dari Universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah mengatakan, meskipun Indonesia bukan anggota resmi BRICS, namun kehadiran Presiden Joko Widodo dalam pertemuan tersebut dapat semakin meningkatkan pengaruh dalam perbincangan seputar ekonomi dengan para anggota BRICS.

"Walaupun RI tidak bergabung, kehadiran ini dapat memperkuat posisi runding RI dalam isu-isu ekonomi dengan masing-masing anggota BRICS," ujar Rezasyah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (21/8).


Dalam penjelasannya, Rezasyah juga menyebut bahwa kehadiran Jokowi memiliki serangkaian potensi menguntungkan bagi Indonesia, khususnya meningkatkan kedekatan dengan negara-negara anggota BRICS yang terdiri dari Brazil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan.

Di samping itu, pertemuan tersebut juga dapat dimanfaatkan Indonesia untuk mengetahui posisi terkini Rusia mengenai perang di Ukraina, posisi China terkait kode etik Laut China Selatan dan ASEAN Outlook on Indo-Pacific, mendukung India dalam mensukseskan KTT G20, membangun kesepahaman dengan Brasil perihal lingkungan hidup, hingga meningkatkan kerja sama dengan Afrika Selatan dalam kerangka New Asia Asia Africa Strategic Partnership (NAASP).

"Kedatangan Presiden Jokowi di KTT BRICS dapat memberikan banyak manfaat," ucapnya.

Indonesia juga disebut akan memiliki keuntungan psikologis dari kehadiran KTT tersebut, guna mengoptimalkan KTT ASEAN yang diselenggarakan bulan depan.

Namun, meskipun memiliki berbagai keuntungan dan manfaat, kabar mengenai bergabungnya RI ke BRICS dinilai Rezasyah akan sedikit merugikan, mengingat Indonesia bukan negara pendiri kelompok tersebut.

"Karena Indonesia bukan negara pemrakarsa, maka RI memerlukan upaya ekstra dalam menyesuaikan visi dan misi dengan BRICS, untuk merancang program-program kerja lintas benua," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya