Berita

Bentrokan di area perkebunan sawit di Pekon Marang Kecamatan Pesisir Selatan, Lampung/Ist

Nusantara

Terima Ancaman Usai Bentrok dengan PT KCMU, Sejumlah Warga Marang Mengungsi

SABTU, 19 AGUSTUS 2023 | 23:52 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sejumlah warga Pekon Marang, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung memilih mengungsi usai insiden bentrokan antara warga dengan PT Karya Canggih Mandiri Utama (KCMU) di area perkebunan sakit.

Mereka mengungsi karena menerima ancaman dari orang-orang yang diduga dari pihak PT KCMU.

Salah satu warga yang mengungsi adalah Nur Jaman atau Cak Nur. Ia memilih mengungsi karena mendapatkan kabar ada sayembara bagi yang dapat melukai dirinya dan warga lainnya akan diberikan hadiah tanah seluas 5 hektare per orang.


“Jika orang yang berhasil membacok saya masuk penjara akan diberikan jatah Rp5 juta per bulan. Isu itu yang beredar, sehingga saya dan keluarga mengamankan diri,” kata Nur Janah kepada Kantor Berita RMOLLampung melalui sambungan telepon, Jumat (18/8).

Menurutnya, sengketa lahan ini sudah berlangsung sejak 1998, di mana PT KCMU mengambil lahan yang belum dijual, lahan yang dipinjam dan sekarang diambil alih perusahaan, dan lahan yang dibeli namun tidak sesuai dengan kesepakatan antara warga dengan PT KCMU yang kala itu dibeli tidak sampai Rp5 juta per hektare.

“Kami sudah lama melakukan upaya mediasi dengan PT KCMU, aksi demonstrasi di pemerintah daerah dan DPRD, namun tidak ada penyelesaian. Hingga kami berinisiatif menguasai lahan dan memanen sawit di lahan kami yang diklaim PT KCMU,” ujarnya.

Aksi menguasai lahan adalah bentuk protes terakhir dari masyarakat yang lahannya dirampas paksa oleh PT KCMU selama 30 tahunan. Sebelum melakukan aksi itu, Cak Nur mengaku sudah menginformasikan kepada pemerintah daerah.   

“Tapi saat kami melakukan pemanenan datanglah orang dari PT KCMU, baik karyawan ataupun mitra sekitar 50 motor berboncengan, dan puluhan mobil datang ke kebun dan menyerang kami,” tuturnya.

Akibat insiden tersebut, puluhan warga terluka, 6 di antaranya harus memperoleh perawatan intensif maupun perawatan jalan akibat luka bacok dan terkilir saat menghindari serangan. Saat ini, Cak Nur menjelaskan, pihaknya tengah melakukan penggalangan dana untuk para korban ke nomor rekening BRI atas nama Nurjaman 761801006642531.

“Kami menggalang dana untuk pengobatan teman kami yang saat ini masih membutuhkan perawatan intensif, harapan kami baik ke pemerintah pusat, provinsi dan daerah dapat membantu merawat di rumah sakit,” ujarnya.

Lebih lanjut, Cak Nur berharap adanya penyelesaian atas permasalahan sengketa lahan tersebut. Ia meminta pemerintah pusat, provinsi dan daerah untuk menyelesaikan permasalahan lahan antara warga dengan PT KCMU.

“Saya berharap Kapolri agar turun tangan langsung menangani tragedi di kebun kelapa sawit ini yang hampir merenggut nyawa. Kami minta untuk diusut tuntas mafia tanah dan pajak yang ada di Pesisir Barat,” tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya