Berita

Ilustrasi bijih nikel/Net

Publika

Penerima Manfaat Terbesar Pembangunan Nasional

SABTU, 19 AGUSTUS 2023 | 08:25 WIB | OLEH: DR. IR. SUGIYONO, MSI

SEORANG ekonom di Indonesia menyampaikan sebagian kesimpulan hasil penelitiannya dalam sebuah presentasi secara lisan, tanpa publikasi tekstual tertulis terperinci, yaitu manfaat hilirisasi nikel jauh lebih banyak dinikmati oleh China dibandingkan Indonesia.

Hanya dalam hitungan hari dan jam, pemerintah di tingkat eselon satu dan presiden meresponsnya dengan menyajikan data bahwa hilirisasi nikel memberikan manfaat yang besar, yakni menggunakan pendekatan perkembangan peningkatan nilai tambah antar periode waktu.

Pemerintah menggunakan cara berpikir evaluasi antara periode sebelum hilirisasi dibandingkan sesudah hilirisasi nikel, yang menunjukkan adanya peningkatan nilai tambah.


Ekonom yang lainnya menganalisis manfaat hilirisasi nikel menggunakan metoda membandingkan antara periode mengekspor produk nikel dibandingkan dengan apabila diberlakukan pelarangan ekspor nikel (autarky).

Metode ekonom yang seperti ini lazim digunakan dalam ilmu perdagangan internasional untuk menilai manfaat atas pemberlakuan perdagangan internasional menggunakan sistem perekonomian terbuka dibandingkan menutup perdagangan lintas negara, yang melarang kegiatan ekspor dan impor.

Penemuan tentang manfaat secara parsial dari pembangunan nasional pada kasus komoditas, yang ditafsirkan lebih dinikmati oleh pelaku investor asing di Indonseia kemudian bagaikan gayung bersambut direspons secara bersemangat oleh oposisi nonparlemen.

Perbedaan manfaat tersebut diyakini oleh oposisi nonparlemen menguatkan keyakinan bahwa pemerintah perlu segera dimakzulkan dalam sebulan ke depan, karena hasil pembangunan pertambangan mineral batubara untuk contoh kasus komoditas nikel semakin diyakininya lebih menguntungkan negara lain sebagai investor smelter di Indonesia.

Oposisi nonparlemen juga meyakini tentang rumor ijazah palsu dan propaganda Pinokio berhidung semakin panjang sebagai suatu realita kebenaran di dunia nyata.

Ekonom N. Gregory Mankiw menulis bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) adalah jumlah pendapatan setiap orang dalam perekonomian. Cara lainnya, PDB adalah jumlah pengeluaran output perekonomian barang dan jasa.

Selanjutnya, Mankiw menulis bahwa Pendapatan Nasional Bruto (PNB) sebagai PDB ditambah pembayaran pendapatan (upah, keuntungan, dan sewa) dari luar negeri dikurangi dengan pembayaran pendapatan kepada negara lain.

Definisi PNB inilah kemudian dapat digunakan untuk menilai perkembangan besar manfaat dari pembangunan nasional secara agregat atas konsekuensi keterlibatan investor penanaman modal asing (PMA).

Data bersumber dari BPS menunjukkan bahwa PNB Indonesia harga berlaku meningkat dari Rp14,4 ribu triliun tahun 2018 menjadi Rp19 ribu triliun tahun 2022. PDB Indonesia harga berlaku juga meningkat dari Rp14,8 ribu triliun tahun 2018 menjadi Rp19,6 ribu triliun tahun 2022.

Artinya, secara agregat terbukti bahwa karya pembangunan nasional lebih bermanfaat untuk bangsa dan rakyat Indonesia dibandingkan terhadap manfaat yang diterima oleh PMA.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef); Pengajar Universitas Mercu Buana

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya