Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Pakar Ekonomi: Juli adalah Bulan yang Sangat Buruk bagi Pasar Inggris

JUMAT, 18 AGUSTUS 2023 | 15:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Musim hujan yang tidak biasa sepanjang Juli, berdampak besar pada pasar Inggris di mana para pengecer merasakan pukulan berat dengan sepinya pembeli dan inflasi yang tinggi.

Kantor Statistik Nasional (Office for National Statistics, ONS) melaporkan pada Jumat (18/8) bahwa volume penjualan bulan lalu 1,2 persen lebih rendah dari pada bulan Juni. Reuters dalam laporannya mengatakan dengan mengutip sumber bahwa ada penurunan sebesar 0,5 persen.

Meskipun terjadi gelombang panas di Eropa yang terkait dengan perubahan iklim, Inggris mengalami Juli terbasah sejak 2009, dan Juli terbasah keenam sejak 1836. Selain itu, Sterling melemah karena investor menilai berapa banyak penurunan penjualan mewakili tanda peringatan tentang perlambatan ekonomi Inggris yang lesu.


Wakil direktur survei dan indikator ekonomi ONS, Heather Bovill, mengatakan bahwa Juli bisa disebut sebagai bulan yang sangat buruk. Bergantinya musim panas ke musim penghujan yang dibarengi dengan peningkatan biaya hidup membuat penjualan di banyak sektor menjadi lesu, terutama untuk makanan dan pakaian.

"Penjualan department store dan peralatan rumah tangga juga turun secara signifikan," tambahnya

Banyak pembeli beralih ke online daripada pergi ke tengah hujan dengan 27,4 persen penjualan ritel dilakukan melalui internet.

Volume penjualan toko makanan turun 2,6 persen per bulan sementara volume penjualan toko non-makanan turun 1,7 persen

Selain cuaca Inggris yang tidak dapat diprediksi, konsumen telah terpukul oleh inflasi tinggi yang mencapai hampir 7 persen bulan lalu, turun dari puncaknya sekitar 11 persen pada Oktober lalu tetapi masih yang tertinggi di antara negara-negara kaya dunia.

Namun, data bulan Juli hanya mewakili kedua kalinya volume penjualan turun dari bulan ke bulan sejauh ini di tahun 2023, menunjukkan ketahanan permintaan konsumen.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Mantan Kasipenkum Kejati Jakarta Jabat Kajari Aceh Singkil

Jumat, 22 Mei 2026 | 04:40

Walkot Semarang Dorong Sinergi dengan ISEI Lewat Program Waras Ekonomi

Jumat, 22 Mei 2026 | 04:18

Wasiat Terakhir Founding Fathers

Jumat, 22 Mei 2026 | 04:05

Pelapor Kasus Dugaan Pemalsuan Sertifikat Tanah di Tambora Alami Tekanan Mental

Jumat, 22 Mei 2026 | 03:53

98 Resolution Network: Program Prabowo-Gibran Sejalan dengan Mandat Reformasi

Jumat, 22 Mei 2026 | 03:40

Bos PT QSS jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tambang Bauksit di Kalbar

Jumat, 22 Mei 2026 | 03:20

KPK Dinilai Belum Utuh Baca Peta Kasus Blueray Cargo

Jumat, 22 Mei 2026 | 02:55

Empat WN China Diduga Pelaku Penipuan Online Ditangkap Imigrasi

Jumat, 22 Mei 2026 | 02:30

Membangun Kedaulatan Ekonomi di Era Prabowo

Jumat, 22 Mei 2026 | 02:16

Pidato Prabowo di DPR Upaya Konkret Membumikan Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 22 Mei 2026 | 01:55

Selengkapnya