Berita

Bandit di Nigeria Utara/Net

Dunia

Pembunuhan Meningkat, Pemerintah Negara Bagian Nigeria Ingin Buka Dialog dengan Para Bandit

KAMIS, 17 AGUSTUS 2023 | 23:57 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah di negara bagian utara-tengah di Nigeria telah mengambil inisiatif dialog dengan kelompok bandit, setelah terjadinya serangan baru-baru ini yang mengakibatkan jatuhnya helikopter militer dalam sebuah misi penyelamatan.

Dalam pengumumannya pada Rabu (16/8), Gubernur Negara Bagian Niger, Umar Bago, mengatakan bahwa pemerintah setempat akan menjalankan langkah-langkah dialog dengan para bandit dan tidak akan mengambil tindakan militer, meskipun serangan dan kekerasan terus meningkat di wilayah tersebut.

"Sebagai pemerintah, kami tengah memulai proses dialog dengan para bandit. Kami tidak berniat untuk melancarkan tindakan militer yang besar, yang kami harapkan adalah memulai komunikasi dengan mereka,” tegas Gubernur Bago, seperti dimuat Anadolu Agency, Kamis (17/8).


Dalam upaya mengatasi permasalahan yang lebih besar, Bago juga telah melakukan pertemuan dengan Presiden Nigeria Bola Tinubu untuk membahas serangkaian serangan yang semakin meningkat dari kelompok bandit di wilayahnya.

Niger, salah satu negara bagian terbesar di Nigeria, merupakan tujuan bagi ribuan petani, penggembala, dan pengembara dari berbagai daerah di Afrika Barat yang sering mengalami konflik antara kelompok-kelompok tersebut.

Sebagai langkah strategis meredakan konflik, Bago telah membentuk Kementerian Urusan Pastoral dan Pengembaraan, untuk mengekang bentrokan antara petani dan pengembara di daerah itu.

Seruan dialog tersebut terjadi setelah pada awal pekan ini, sebuah helikopter militer yang mengangkut pasukan terluka akibat serangan sebelumnya di wilayah yang sama, jatuh di negara bagian Niger, karena serangan dari kelompok bandit.

Sebelumnya, kelompok bandit dilaporkan melancarkan serangan yang mengakibatkan kematian 13 tentara di sepanjang jalan Zungeru-Tegina di daerah Bangsal Madaka, Area Pemerintah Daerah Rafi, negara bagian Niger.

Serangan tersebut memicu kecaman keras dari Presiden Tinubu, yang turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, kepala militer, dan personel Angkatan Bersenjata Nigeria. Dia berjanji akan menangani tantangan keamanan yang terus berkembang di negaranya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya