Berita

Representative Image/Net

Dunia

PBB: Kekerasan Terus Meningkat, Puluhan Pekerja Bantuan Tewas di Sepanjang Tahun 2023

KAMIS, 17 AGUSTUS 2023 | 23:21 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengumumkan bahwa pekerja bantuan kemanusiaan yang tewas sepanjang tahun ini di seluruh dunia mencapai 62 orang.

"62 kematian tahun ini terjadi di zona konflik dunia, dengan 84 pekerja bantuan lainnya terluka dan 34 orang diculik," rilis database dari Keamanan Pekerja Bantuan.

Statistik tersebut dirilis menjelang peringatan 20 tahun sejak serangan besar di markas besar PBB di Baghdad, yang merenggut 22 nyawa dan mengakibatkan kematian  komisaris tinggi PBB untuk hak asasi manusia dan kepala misi PBB di negara tersebut, Sergio Vieira de Mello.


Sejak tragedi tersebut, PBB mulai memperingati Hari Kemanusiaan Sedunia pada 19 Agustus setiap tahun, sebagai penghormatan dan pengingat akan pemboman bunuh diri tersebut.

Mengutip TRT World, Kamis (17/8), selama beberapa tahun terakhir, menurut data terbaru PBB, Sudan Selatan telah menjadi tempat paling berbahaya bagi para pekerja bantuan, dengan mengalami 40 serangan yang telah merenggut 22 nyawa hingga 10 Agustus lalu.

Sementara, Sudan di utara berada di posisi kedua dengan 17 serangan dan 19 korban jiwa. Ini merupakan angka tertinggi sejak konflik Darfur pada periode 2006-2009.

Negara-negara lain yang melaporkan kematian pekerja kemanusiaan termasuk Republik Afrika Tengah, Mali, Somalia, Ukraina, dan Yaman.

Menurut Organisasi Keselamatan LSM Internasional, setiap tahun, lebih dari 90 persen korban serangan terhadap pekerja bantuan dialami para pekerja bantuan lokal.

"Impunitas atas kejahatan ini adalah bekas luka di hati nurani kolektif kita," kata kepala kemanusiaan PBB, Martin Griffiths.

Saat ketidakstabilan global terus meningkat, PBB kini terus menghadapi tantangan untuk membantu hampir 250 juta orang yang tinggal di daerah krisis. Jumlah ini meningkat 10 kali lipat dari 2003 lalu.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya