Berita

Tentara Amerika Serikat, Travis King/Net

Dunia

Kabur ke Korea Utara, Tentara AS Ngaku Alami Diskriminasi

KAMIS, 17 AGUSTUS 2023 | 00:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Tentara Amerika Serikat (AS) yang kebur ke Korea Utara dengan melewati perbatasan Korea Selatan, Travis King, mengaku telah mengalami diskriminasi rasial.

Travis King merupakan seorang prajurit kelas 2 berusia 23 tahun. Travis bertugas di Angkatan Darat AS sejak Januari 2021. Ia anggota pengintai kavaleri yang awalnya ditugaskan di bagian Divisi Lapis Baja ke-1 dalam rotasi dengan pasukan militer AS di Korea Selatan.

Travis melarikan diri ke Korea Utara dengan melintasi perbatasan Zona Demiliterisasi (DMZ) di Panmunjom pada 18 Juli. Ia menjadi orang Amerika pertama yang ditahan di Korea Utara dalam hampir lima tahun.


Kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, pada Rabu (16/8) mengatakan Travis mengaku kepada penyelidik bahwa ia mengalami penganiayaan tidak manusiawi dan diskriminasi rasial selama berada di Angkatan Darat AS.

Alhasil ia memutuskan untuk memasuki Korea Utara. Ia bahkan berusaha mencari suaka di Korea Utara atau negara ketiga.

Sementara itu, pemerintah AS mengatakan pihaknya belum bisa memverifikasi pernyataan Travis. Namun Washington berusaha untuk memulangkan Travis.

"Kami tetap fokus pada kepulangannya yang aman. Prioritas Departemen adalah membawa pulang Travis King, dan kami bekerja melalui semua saluran yang tersedia untuk mencapai hasil tersebut," pungkas jurubicara Departemen Luar Negeri AS.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

Selat Hormuz dan Senjata Geopolitik Iran

Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:40

Gabah Petani Terdampak Banjir di Grobogan Tetap Dibeli Bulog

Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:25

MBG Dikritik dan Dicintai

Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:59

Sambut Kedatangan Prabowo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:50

Tourism Malaysia Gaet Media dan Influencer ASEAN Promosikan Wisata Ramadan

Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:44

Kader Golkar Cirebon Diminta Sukseskan Seluruh Program Pemerintah

Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:21

Kritik Mahasiswa dan Dinamika Konsolidasi Kekuasaan

Sabtu, 28 Februari 2026 | 03:55

Wacana Impor 105 Ribu Pikap India Ancam Industri Dalam Negeri

Sabtu, 28 Februari 2026 | 03:33

Insan Intelijen TNI Dituntut Adaptif Hadapi Dinamika Geopolitik

Sabtu, 28 Februari 2026 | 03:13

Genjot Ekonomi Rakyat, Setiap SPPG Terima Rp500 Juta untuk 12 Hari

Sabtu, 28 Februari 2026 | 02:45

Selengkapnya