Berita

Partai Bulan Bintang mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo Subianto untuk maju pada Pilpres 2024/Ist

Politik

PBB Tak Hadir Saat PAN dan Golkar Deklarasi Dukung Prabowo, Ini Penjelasan Yusril

SENIN, 14 AGUSTUS 2023 | 21:42 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Dibanding Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB) jelas lebih dahulu memutuskan untuk mendeklarasikan dukungan kepada Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, sebagai bakal calon presiden (capres) 2024.

Deklarasi itu dilakukan Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra, saat perayaan Milad ke-25 PBB di ICE BSD, Tangerang, Minggu lalu (30/7).

Namun, saat Partai Golkar dan PAN bergabung pada Minggu kemarin (13/8) untuk mendukung Prabowo, PBB tidak hadir.


Yusril pun memberikan alasan mengapa partainya tidak ikut hadir dalam deklarasi tersebut.

"Kemarin Pimpinan Gerindra, PKB, Golkar, dan PKB mengadakan pertemuan di Menteng Jakarta, dan memutuskan mencalonkan dan sekaligus mendeklarasikan Prabowo. PBB yang sudah lebih dulu memutuskan dan mendeklarasikan, tidak ikut lagi dalam deklarasi empat partai kemarin," kata Yusril dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi, Senin (14/8).

Bergabungnya PAN dan Golkar untuk mendukung Prabowo juga telah diprediksi oleh Yusril jauh sebelum dua partai itu mendeklarasikannya.

"Setelah PBB lakukan deklarasi pencalonan Prabowo, saya memang telah menduga akan ada partai lain yang segera menyusul. Akhirnya Golkar dan PAN menyusul tiga partai yang sudah lebih dulu mencalonkan Prabowo, yakni Gerindra, PKB, dan PBB," tutur Yusril.

Partai Golkar dan PAN mendeklarasikan dukungannya kepada Prabowo Subianto di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu (13/8).

Deklarasi ini dipimpin langsung oleh masing-masing ketua umum partai baik Airlangga Hartarto dari Golkar, Zulkifli Hasan dari PAN, dan Muhaimin Iskandar dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya