Berita

Ketua Umum Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS) Center, Hardjuno Wiwoho/Net

Politik

HMS Center: Tanpa Tiga Pilar Dasar, Indonesia Tidak Akan Pernah Maju

SENIN, 14 AGUSTUS 2023 | 12:49 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemerintah untuk benar-benar memperhatikan tiga pilar penting pembangunan nasional yaitu pembangunan manusia dan teknologi; kemandirian pangan dan pengembangan energi terbarukan.

Pasalnya, kata Ketua Umum Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS) Center, Hardjuno Wiwoho, Indonesia akan menjadi negara terbelakang tatkala tiga komponen penting pembangunan itu tidak digarap secara serius.

“Kalau pemimpin tidak mengembangkan ketiga pilar dasar pembangunan itu maka saya kira, negara kita tidak akan maju,” ujar Hardjuno Wiwoho kepada wartawan di Jakarta, Senin (14/8).


Menurutnya, Indonesia betul-betul akan masuk jaman kegelapan atau makin primitif kalau abai dengan elemen penting pembangunan ini.

Disampaikan Hardjuno, untuk mengejar ketertinggalan tidaklah mudah, sebab memerlukan waktu berabad-abad. Lihat saja Jakarta dan Papua. Keduanya sama-sama di Indonesia tapi jauh sekali perkembangannya.

"Ketertinggalan Papua dari Jakarta itu, sama ibaratnya dengan ketertinggalan Indonesia dibanding negara maju," katanya.

Kata Hardjuno lagi, pemimpin Indonesia saat ini sulit membangun tiga dasar pembangunan nasional. Salah satu penyebabnya akutnya penyakit korupsi di Indonesia.

Faktanya, sambungnya, banyak pejabat Indonesia seolah terlena dengan pembangunan fisik, dan diduga hanya cari proyek jangka pendek untuk kepentingan pribadi.

Dia kembali memberi peringatan, bagi pemimpin Indonesia agar jangan terlalu berpikir hal-hal yang sifatnya seremonial saja. Seolah-olah kalau pemimpin sudah membangun gedung atau kota yang megah akan diingat di masa depan, padahal tidak demikian.

“Seorang pemimpin akan diingat kalau benar-benar bekerja menjadi pelayan rakyat dengan sungguh,” pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya