Berita

Rizal Ramli saat menerima Amien Rais di kediamannya, Minggu sore (13/8)/RMOL

Politik

Rizal Ramli dan Amien Rais ke Jokowi: Sukarela Mundur Atau Hadapi Kekuatan Rakyat

MINGGU, 13 AGUSTUS 2023 | 23:01 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Joko Widodo harus rela mengundurkan diri dari jabatannya atau akan mendapatkan konsekuensi menghadapi kekuatan rakyat yang ingin terjadinya perubahan dan untuk menghentikan pelanggaran terhadap UUD 1945.

Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan ke-23 era Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Rizal Ramli, Ketua MPR RI periode 1999-2004, Amien Rais, dan aktivis Marwan Batubara usai melakukan pertemuan di kediaman Rizal di Jalan Bangka IX nomor 49R, Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (13/8).

Rizal mengatakan, saat ini kondisi objektif perubahan sudah tiba, dan waktunya untuk menyelesaikan dan menghentikan pelanggaran terhadap UUD 1945 yang terjadi di era pemerintahan Jokowi.


"Yang penting itu kan kesamaan hati dan pikiran. Dan ini, antar para tokoh di berbagai kota sudah nyambung. Perasaan kita sudah sama hari ini, pikiran kita sudah sama, dan bukti-bukti tentang pelanggaran konstitusi Jokowi juga sudah lebih dari cukup. Bahwa itu tergantung Jokowi, apa sadar diri sebelum semua jadi bubur. Atau, akhirnya akan berubah jadi kekuatan rakyat yang melakukan perubahan," ujar Rizal kepada wartawan.

Menurut Rizal, rakyat Indonesia dari berbagai kalangan, seperti mahasiswa, guru, aktivis, tokoh-tokoh Islam suatu saat diyakini akan bersatu.

"Jokowi sering membodohi rakyat dengan berita palsu, dengan fakta-fakta palsu. Dan membayar influencer sama buzzer yang pada dasarnya menyesatkan rakyat, bukan mencerdaskan rakyat. Enggak ada loh pemimpin di Indonesia menggunakan buzzer sama influencer, karena dia pingin rakyat kita cerdas. Jadi, ini waktunya perubahan akan tiba. Waktunya Indonesia berubah untuk lebih baik," terang Rizal.

Rizal pun membeberkan yang akan dilakukan ketika Jokowi jatuh dari kekuasaannya. Yakni, menurunkan harga BBM, menurunkan tarif listrik, menstabilkan kebutuhan pokok, menaikkan kredit UKM, dan membereskan utang.

Selain itu kata Rizal, perubahan lainnya, yakni mengadakan pemilu yang lebih adil, serta tidak ada lagi ambang batas Pemilu.

"Jadi harus ada syok terapi, harus ada yang dipenjarain habis ini pemimpin. Seperti di Korea, 5 mantan presiden, 3 jenderal, dipenjarakan karena Korupsi. Indonesia perlu syok terapi, karena penyakit KKN ini sudah ganas selama Jokowi dibiarkan berkembang biak," pungkas Rizal.

Sementara itu, Amien Rais mengatakan, gerakan perubahan yang digagasnya bersama Rizal Ramli tidak terbesit harus mencecerkan darah walaupun setitik.

"Jangan sampai. Karena itu tergantung kepada sekarang sikap bagaimana saudara Jokowi ini melakukan reaksi kepada yang kita sampaikan ini," kata Amien.

Oleh karena itu kata Amien, saat ini menunggu reaksi dari Presiden Jokowi, apakah akan berubah menjadi membaik dan tidak arogan, atau tidak.

"Mister Jokowi, anda perlu memilih dua hal. Segera suka rela mundur, atau anda menghadapi rakyat," pungkas Amien.

Aktivis Marwan Batubara menambahkan, hingga saat ini, sudah banyak pelanggaran hukum dan kejahatan yang menurut ukuran konstitusi sudah sangat layak Jokowi dimakzulkan. Apalagi, Petisi 100 sudah membeberkan daftar pelanggaran kejahatan yang dilakukan di era Jokowi.

"Oke kita tidak bisa lagi pakai lewat DPR, tapi gerakan rakyat itu juga jangan dinilai itu tidak konstitusional, itu juga sesuatu yang konstitusional. Dan itu lah yang mudah-mudahan nanti kita bisa lakukan. Dan kita berharap sebetulnya, semua tokoh2 oposisi, yang selama ini juga sudah bersuara itu bisa bergabung dengan kita. Untuk bagaimana ini bisa segera terwujud," kata Marwan.

Marwan memastikan, tokoh-tokoh yang tergabung dalam Petisi 100 juga akan bergabung dengan gerakan perubahan Rizal Ramli dan Amien Rais.

"Kita mungkin bisa mengingatkan para konglomerat itu untuk hati-hati dengan apa yang sedang disuarakan rakyat. Jangan coba untuk mempertahankan pemimpin yang sudah bermasalah, yang sarat dengan kejahatan jukum. Jadi ini peringatan juga untuk bukan sekadar Jokowi, tapi juga untuk para konglomerat yang dukung Jokowi yang tergabung dalam oligarki kekuasaan," pungkas Marwan.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Perjalanan Karier Nanik S Deyang dari Jurnalis hingga Pimpin Dewan Pengawas BGN

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:23

Deklarasi Gus Kikin Maju Ketum PBNU Tuai Protes Sejumlah PCNU Jatim

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:13

Pesan Menag di FABC: Sinodalitas Gereja Cermin Musyawarah dan Gotong Royong

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:08

Prabowo Restui Pengunduran Diri Nanik dari BGN, Siapkan Dewan Pengawas Baru

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:06

Emas Antam Mulai Naik, Harga Buyback Tembus Rp2,38 Juta per Gram

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Prabowo Puji Keterlibatan Perwira TNI-Polri dalam Penanganan Bencana Sumatera

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Saat Jakarta jadi Jembatan Persaudaraan Asia

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:45

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.913 per Dolar AS Jelang Rilis Suku Bunga BI

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:34

KPK Bongkar Dugaan Penyamaran Aset Bupati Lombok Barat, Pasal TPPU Disiapkan

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:29

Ancaman Houthi Guncang Pasar, Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:24

Selengkapnya