Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Turkiye: Tanpa Melibatkan Moskow, Proses Perdamaian Rusia-Ukraina Tidak akan Menghasilkan Solusi

SABTU, 12 AGUSTUS 2023 | 09:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Turkiye ikut mengemukakan posisinya terkait proses perdamaian Rusia dan Ukraina. Menurut Ankara, tanpa melibatkan Moskow, negosiasi perdamaian tidak akan menghasilkan solusi apa pun.

Turkiye menjadi salah satu negara yang ikut hadir dalam pertemuan tentang konflik yang diselenggarakan oleh Arab Saudi awal bulan ini yang mempertemukan sekitar 40 negara.

Pembicaraan, yang mengecualikan Rusia, gagal menghasilkan hasil yang nyata, dengan para peserta hanya setuju bahwa Piagam PBB dan integritas teritorial Ukraina harus dihormati.


Turkiye diwakili oleh penasihat utama Presiden Recep Tayyip Erdogan untuk kebijakan luar negeri dan keamanan, Akif Cagatay Kilic. Dalam pertemuan tersebut, Ankara menyatakan posisinya bahwa jika Rusia tidak disertakan dalam pencarian solusi, tidak akan ada hasil dan solusi.

"Pembicaraan Jeddah menunjukkan bahwa Turkiye tetap menjadi satu-satunya pihak yang berbicara secara terbuka dan jelas dengan Kyiv dan Moskow," menurut surat kabar Hurriyet Daily.

Turkiye telah berusaha untuk menjadi mediator dalam konflik yang pecah pada Februari 2022 itu sejak tahap paling awal. Negara itu menjadi tuan rumah pembicaraan langsung tahun lalu antara Kyiv dan Moskow di Istanbul, yang menghasilkan kesepakatan perdamaian awal.

Namun, negosiasi tersebut akhirnya gagal, dengan Rusia menuduh Ukraina membatalkan kesepakatan damai segera setelah dimulai.

Ankara juga muncul sebagai perantara utama di balik apa yang disebut kesepakatan biji-bijian Laut Hitam. Perjanjian yang disponsori PBB mencabut blokade dari pelabuhan Laut Hitam Ukraina, memungkinkan negara itu untuk mengekspor hasil pertaniannya.

Rusia berulang kali mengkritik kesepakatan tersebut, menyatakan bahwa kesepakatan itu menyimpang dari tujuan awalnya untuk mengirim produk ke negara-negara termiskin, dan akhirnya menguntungkan negara-negara Barat.

Moskow juga berargumen bahwa tidak ada tuntutan Rusia yang dibayangkan di bawah kesepakatan itu, termasuk membuka blokir ekspor pertanian dan pupuknya sendiri, atau pencabutan sebagian sanksi yang mempengaruhi sektor tersebut, terpenuhi.

Rusia menolak untuk memperpanjang partisipasinya dalam inisiatif pada pertengahan Juli, secara de facto memberlakukan kembali blokade di pelabuhan Ukraina.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

UPDATE

Nyepi di Tengah Ramadan Perkuat Persaudaraan Lintas Iman

Kamis, 19 Maret 2026 | 10:01

Bedah Trailer 'Spider-Man: Brand New Day', Mengungkap Daftar Pemain dan Kandidat Musuh Utama

Kamis, 19 Maret 2026 | 09:49

Volume Kendaraan Tol Trans Jawa Naik Signifikan

Kamis, 19 Maret 2026 | 09:47

Kepadatan Tol Jakarta-Cikampek Berlanjut hingga Pagi

Kamis, 19 Maret 2026 | 09:20

TNI Disarankan Ambil Alih Penanganan Kasus Andrie Yunus dari Kepolisian

Kamis, 19 Maret 2026 | 09:14

Inspirasi Ucapan Hari Raya Nyepi 2026 yang Penuh Kedamaian

Kamis, 19 Maret 2026 | 09:12

Dokter Tifa Bantah Rumor Temui Jokowi

Kamis, 19 Maret 2026 | 08:47

Dampak Perang Iran, Bank Sentral UEA Gelontorkan Paket Penopang Likuiditas

Kamis, 19 Maret 2026 | 08:46

Dugaan Perintah Atasan di Balik Teror Aktivis Harus Diungkap

Kamis, 19 Maret 2026 | 08:25

Mudik Lebaran Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

Kamis, 19 Maret 2026 | 08:08

Selengkapnya