Berita

Joe Biden/Net

Dunia

Presiden AS Joe Biden Kritik Penurunan Pertumbuhan Ekonomi China

SABTU, 12 AGUSTUS 2023 | 08:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Seolah melupakan upaya pemulihan hubungan antara Washington dan Beijing, Presiden AS Joe Biden kembali mengeluarkan pernyataan yang kemungkinan bisa memicu amarah China.

Selama penggalangan dana politik di Utah pada Kamis malam (10/8), Biden menyebut China sebagai bom waktu yang terus berdetak karena tantangan ekonomi yang sedang dihadapinya.

Biden mengatakan China dalam masalah karena pertumbuhan ekonomi yang melambat, tenaga kerja yang menua, dan pengangguran yang tinggi – meskipun dia salah mengutip tingkat pertumbuhan China.


“Tiongkok tumbuh 8 persen per tahun untuk mempertahankan pertumbuhan, sekarang mendekati 2 persen per tahun,” katanya, seperti dikutip dari The National, Jumat (11/8).

"Ketika orang jahat memiliki masalah, mereka melakukan hal-hal buruk," katanya.

Biden juga salah menyebutkan bahwa jumlah orang yang memasuki usia pensiun lebih besar daripada jumlah orang yang memasuki usia kerja.

Meskipun demikian, data terbaru menunjukkan bahwa ada alasan untuk khawatir.

Data dari Biro Statistik Nasional Beijing menunjukkan bahwa ekonomi China tumbuh 4,5 persen pada kuartal pertama dan 6,3 persen pada kuartal kedua. Produk domestik brutonya hanya tumbuh 0,8 persen kuartal-ke-kuartal.

Perekonomiannya juga telah memasuki wilayah deflasi, berbeda dengan inflasi di AS dan negara lain. China melaporkan penurunan harga konsumen sebesar 0,3 persen minggu ini, penurunan pertama sejak Februari 2021.

Tingkat pengangguran China saat ini duduk di 5,3 persen, dibandingkan dengan 3,5 persen di AS. Tingkat pengangguran kaum mudanya juga jauh lebih tinggi, dengan lebih dari satu dari lima orang berusia 16-24 menganggur.

Pernyataan Biden membangkitkan ingatan ketika dia menyamakan Presiden China Xi Jinping dengan "diktator" hanya beberapa hari setelah kunjungan Menteri Luar Negeri Antony Blinken ke Beijing. China mengecam pernyataan itu sebagai provokasi politik terbuka.

Awal pekan ini Biden juga memutuskan untuk membatasi investasi di sektor teknologi China, yang tetap menjadi titik ketegangan antara kedua negara.

"Saya tidak ingin menyakiti China, tapi saya memantau," katanya, menambahkan bahwa dia sedang mencari hubungan yang rasional dengan China.

Beberapa pejabat tinggi dalam pemerintahan Biden telah mengunjungi China dalam beberapa bulan terakhir untuk mencairkan ketegangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan terbuka Beijing belum atas pernyataan terbaru Biden.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya