Berita

Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat kunjungan kerja ke Pasar Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur/Net

Politik

Bagi Jokowi, Prabowo Lebih Potensial Karena Tak Dikuasai Pihak Ketiga

JUMAT, 11 AGUSTUS 2023 | 13:36 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Dukungan Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2024, nampaknya semakin dekat bakal diberikan kepada Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Belakangan, kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, Jokowi lebih dekat kepada Prabowo jika dibandingkan kolega sesama kader PDIP yang juga calon presiden Ganjar Pranowo.

“Jokowi lebih banyak mengenal Prabowo saat ini dibanding Ganjar,” kata Dedi kepada wartawan, Jumat (11/8).


Sinyal kedekatan itu, kata Dedi, di mana Jokowi kerap kali diajak Jokowi dalam kunjungan kerja. Seperti saat ke Pasar Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jokowi memberikan gerak gerik mengenalkan Prabowo pada masyarakat.

Selain itu, lanjutnya, Prabowo juga mengantongi elektabilitas tinggi. Dari survei yang dilakukan lembaga survei Indikator Politik Indonesia periode 20-24 Juni 2023, Prabowo berhasil unggul 36,8 persen dari Ganjar di angka 35,7 persen.

Tetapi, kata Dedi lagi, kunci yang paling utama adalah posisi Prabowo yang lebih kokoh dari intervensi pihak ketiga dengan statusnya sebagai Ketua Umum Partai Gerindra.

Hal ini, berbeda dengan Ganjar Pranowo yang masih mendapatkan pengaruh dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

“Prabowo dalam kacamata Jokowi lebih potensial, ia tidak dikuasai tokoh ketiga,” pungkasnya.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya