Berita

Junta Mali/Net

Dunia

Hubungan Menegang, Mali Tangguhkan Visa untuk Warga Prancis

KAMIS, 10 AGUSTUS 2023 | 13:15 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Mali menangguhkan penerbitan visa untuk warga negara Prancis tanpa batas waktu, di tengah ketegangan yang meningkat antara kedua negara.

Pengumuman tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Mali pada Rabu (9/8), dalam perselisihan terbaru antara negara Afrika Barat dan bekas penjajahnya itu.

Dalam pernyataannya, Kemlu Mali mengatakan langkah itu merupakan tindakan balasan, setelah Prancis mengklasifikasikan Mali sebagai "zona merah" atas dasar ketegangan regional yang kuat.


"Dalam penerapan timbal balik, kementerian menangguhkan, sampai pemberitahuan lebih lanjut, penerbitan visa untuk warga negara Prancis oleh layanan diplomatik dan konsuler Mali di Prancis," bunyi pernyataan itu.

Mengutip laporan Anadolu Agency pada Kamis (10/8), ketegangan regional yang dimaksud berasal dari situasi kudeta militer Niger, di mana Mali dan Burkina Faso menyatakan dukungan dan keberpihakannya kepada pemimpin kudeta.

Sementara blok regional Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat (ECOWAS), yang didukung Barat, menyatakan kecamannya atas penggulingan Presiden terpilih Niger Mohamed Bazoum. Mereka juga mengancam akan melakukan intervensi militer untuk memulihkan tatanan konstitusional di Niger setelah kudeta.

Hubungan antara Prancis dan Mali sendiri telah lama goyah sejak tentara di bekas koloni itu merebut kekuasaan pada tahun 2020 dan kudeta militer 2021.

Junta Mali melarang operasi dari organisasi non-pemerintah yang didanai Prancis dan mengusir pasukan Prancis yang ditempatkan di sana untuk membantu negara itu melawan pemberontakan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya