Berita

Direktur Eksekutif Humas Studies Institute, Rasminto (kanan)/Net

Nusantara

Mitigasi Kerawanan Pemilu Wajib Dievaluasi Buntut Kebakaran KPU Yahukimo

SELASA, 08 AGUSTUS 2023 | 18:56 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Strategi mitigasi kerawanan pemilihan umum (Pemilu) perlu dievaluasi seiring peristiwa kebakaran Kantor KPU Yahukimo, Papua Pegunungan pada Minggu (6/8).

Direktur Eksekutif Humas Studies Institute, Rasminto mengatakan, pemilu adalah agenda nasional yang tidak boleh terganggu. Maka dari itu, penyelenggara pemilu harus memitigasi risiko dengan maksimal.

"Sayangnya, KPU dan Bawaslu kurang optimal dalam menjalankan tugasnya, termasuk mitigasi kerawanan pemilu. Ini terlihat dari kasus dibakarnya Kantor KPU Yahukimo yang diduga dilakukan TPNPB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat)," kata Rasminto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/8).


Kebakaran Kantor KPU Yahukimo dinilai ancaman serius terhadap keberlangsungan demokrasi di Indonesia. Apalagi, Komisioner KPU Yahukimo, Penas Pahabol mengaku sempat menerima teror pemecahan kaca mobil operasional oleh orang tidak dikenal (OTK) pada 30 Juli 2023.

Kejadian tersebut, kata Rasminto, mengganggu tahapan pelaksanaan Pemilu 2024 yang sudah berjalan. Belum lagi soal kerugian kebakaran yang ditaksir menelan biaya besar.

"Oleh sebab itu, KPU dan Bawaslu harus serius menyikapi kasus ini dengan mengevaluasi sistem dan strategi mitigasi kerawanan pemilu," tegasnya.

Melihat kondisi terkini, Dosen Universitas Islam 45 (Unisma) ini menganggap Papua tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Pangkalnya, konflik horizontal dan vertikal berlangsung sejak lama dan hingga kini belum tuntas.

"KPU dan Bawaslu RI perlu melibatkan aparat keamanan, baik TNI/Polri bahkan aparatur intelijen. Tidak boleh serampangan dan meremehkan kasus ini," pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya