Berita

Drone kub Rusia/Net

Dunia

Terbukti Efektif Serang Musuh, Putin Minta Produksi Drone Kub dan Lancet Diperbanyak

SELASA, 08 AGUSTUS 2023 | 18:51 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Produksi pesawat tak berawak atau drone bunuh diri jenis Kub dan Lancet perlu diperbanyak karena diklaim efektif menyerang musuh selama perang Ukraina.

Arahan itu dikeluarkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Al Arabiya pada Selasa (8/8).

Putin memilih kedua drone karena memiliki ledakan yang kuat bahkan mampu menghancurkan jenis peralatan militer apa pun.


"Saya memerintahkan produsen drone Rostec untuk memperbanyak versi Kub dan Lancet, yang tidak hanya membakar, tetapi juga bisa meledak," ungkap Putin.

Rostec memproduksi hampir 90 persen peralatan yang digunakan angkatan bersenjata Rusia dalam perang Ukraina.

Tahun lalu, Rostec bahkan mengklaim drone Kub dan Lancet mampu mencapai target darat pada radius yang cukup jauh.

Berdasarkan catatan, drone Kub mampu membawa hulu ledak seberat tiga kilogram selama 30 menit dengan kecepatan 130 kilometer per jam.

Sementara drone Lancet dilengkapi dengan beberapa jenis sistem panduan seperti koordinat, optoelektronik gabungan. Beratnya mencapai 12 kilogram dan mampu menghancurkan target pada radius hingga 40 kilometer.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya