Berita

Seorang petugas pemadam kebakaran menaiki tangga sambil memadamkan api di gedung universitas Donetsk, Ukraina yang dikuasai Rusia, pada Sabtu malam, 5 Agustus 2023/Net

Dunia

Ukraina Dituduh Pakai Munisi Tandan untuk Serang Universitas Donesk

MINGGU, 06 AGUSTUS 2023 | 14:55 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sebuah universitas di wilayah Donetsk yang dikuasai Rusia dilaporkan terkena serangan bom tandan yang dilancarkan pasukan Ukraina.

Kabar itu diungkap Walikota Donetsk yang diangkat Rusia, Alexei Kulemzin dalam sebuah pernyataan di Telegram pada Minggu (6/8).

Kulemzin mengatakan bahwa ledakan dari munisi tandan telah mengakibatkan kebakaran besar pada bangunan universitas yang beratap kayu tersebut.


"Akibat serangan terbaru di Donetsk, gedung pertama Universitas Ekonomi dan Perdagangan terbakar," ungkapnya, seperti dimuat The Jerussalem Post.

Mengutip laporan media lokal, api menyebar ke area seluas sekitar 1.800 meter persegi sebelum berhasil dipadamkan pada Minggu pagi (6/8).

Menteri darurat yang ditunjuk Rusia, Alexei Kostrubitsky mengatakan bahwa atap seluruh Universitas telah terbakar dan hingga kini petugas pemadam kebakaran berusaha mematikan api.

"Kami menggunakan 12 tangki air, tiga tangga, dan 100 pemadam kebakaran," ungkapnya, sambil menambahkan bahwa tidak ada orang di dalam gedung selama serangan.

Menurut kesaksian Kostrubitsky, kebakaran universitas disebabkan oleh munisi tandan yang digunakan Ukraina untuk menyerang.

Kedua belah pihak telah menggunakan munisi tandan selama 17 bulan invasi Rusia ke Ukraina.

Sementara Ukraina telah menerima pasokan munisi tandan dari AS bulan lalu. Karena mendapat banyak kecaman dari sekutu Barat, Kyiv berjanji akan menggunakannya hanya untuk mengacaukan konsentrasi musuh.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya