Berita

Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono saat membuka kejuaraan olahraga Piala Panglima TNI di Stadion Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (4/8)/RMOL

Politik

Jawab Tuduhan Produk Orde Baru, Panglima TNI: Tunjukkan Mana Impunitas yang Diterima Prajurit Kalau Salah

JUMAT, 04 AGUSTUS 2023 | 13:19 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono membantah TNI memiliki impunitas ketika ada prajurit yang bersalah dan masuk di peradilan militer. Bahkan, Panglima TNI juga merespons adanya tudingan soal penerus Orde Baru (Orba).

Hal itu ditegaskan langsung Yudo merespons perkembangan soal penanganan kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Basarnas RI tahun anggaran 2021-2023 yang melibatkan dua prajurit TNI aktif, yakni Kabasarnas RI Marsekal Madya Henri Alfiandi (HA) dan Letkol Afri Budi Cahyanto (ABC) selaku Koorsmin Kabasarnas RI.

"Tentunya saya minta masyarakat juga tidak khawatir dengan itu. Karena saya lihat dari pembicaraan-pembicaraan selama ini seolah-olah TNI kalau salah masuk peradilan militernya ada impunitas, tidak ada. Tunjukkan mana impunitas yang diterima oleh prajurit TNI kalau salah," ujar Yudo kepada wartawan usai menjadi membuka kegiatan kejuaraan olahraga Piala Panglima TNI di Stadion Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat pagi (4/8).


Yudo mengatakan, pihaknya tunduk terhadap keputusan politik pemerintah dalam bentuk produk UU, yakni UU Nomor 31/1997 tentang Peradilan Militer.

"Terutama karena kita yang masih berlaku UU 31/1997 tentang Peradilan Militer, ya kita laksanakan seperti itu. Kita tunduk pada hukum. Kalau mau diubah dan sebagainya ya kita tunduk pada putusan politik negara. Ini adalah keputusan politik negara, ya kita laksanakan," papar Yudo.

Yudo pun mempersilakan siapapun untuk melihat langsung proses penyidikan Kabasarnas oleh Puspom Mabes TNI. Termasuk melihat kondisi penjara tempat Henri Alfiandi dan Afri Budi Cahyanto ditahan.

"Jadi jangan selalu bilang (TNI) produk Orde Baru, kita semuanya produk Orde Baru. Kita akui atau tidak, produk Orde Baru semua. Karena memang saat itu kita lalui semua, jadi jangan terus menuduh TNI ini produk Orde Baru, semua produk Orde Baru, ayo kita akui atau tidak. Tentunya kita sudah berubah, sesuai keputusan politik pemerintah. Kita sudah berubah, berubah, dan berubah," tegas Yudo.

Bahkan, Yudo menekankan bahwa pihaknya tidak menutup diri, dan terus berkoordinasi dengan KPK dalam penanganan kasus dugaan suap di Basarnas RI.

"Kami sekarang ini sudah terbuka jauh dibanding dengan zaman-zaman dulu. Kami sudah generasi-generasi penerus, kami juga enggak begitu tahu tentang Orde Baru, karena saya hanya mengikuti dulu, karena saya masih junior, kita semuanya. Karena kita semuanya sekarang jadi pemimpin, tentunya kita akan tunduk pada keputusan politik pemerintah. Bahkan ada putusan seumur hidup di 2016 itu," pungkas Yudo.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya