Berita

Presiden Kolombia Gustavo Petro dan sang putra, Nicolas Petro/Net

Global

Putra Presiden Kolombia Akui Terima Duit Haram Selama Kampanye Sang Ayah

JUMAT, 04 AGUSTUS 2023 | 11:47 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Putra sulung Presiden Kolombia Gustavo Petro, Nicolas Petro, membuat pengakuan yang mengejutkan. Ia mengungkap telah menerima uang secara ilegal selama kampanye Pilpres sang ayah tahun lalu.

Pengakuan tersebut diungkap oleh jaksa Mario Andres Burgos pada Kamis (3/8).

"Petro memberikan informasi relevan yang tidak diketahui oleh Kantor Kejaksaan sampai sekarang," kata Burgos, seperti dikutip Anadolu Agency.


Burgos mengatakan, Petro telah menerima uang yang melebihi batas minimum yang diizinkan oleh UU selama kampanye Pilpres. Di samping itu, uang tersebut merupakan sumbangan tiga orang yang terkait dengan perdagangan narkoba dan barang selundupan.

"Sebagian dari uang itu digunakan oleh Nicolas Petro dan rekannya untuk keuntungan pribadi mereka dan sebagian lagi diinvestasikan dalam kampanye kepresidenan," ungkap Burgos.

Kejaksaan Agung merilis obrolan, rekaman, dan dokumen yang ditandatangani Petro yang menunjukkan pembayaran tunai untuk kampanye dan pembelian apartemen mewah dengan uang itu.

Dewan Pemilihan Nasional telah membuka penyelidikan atas kampanye tersebut setelah beberapa pengeluaran tidak dilaporkan.

Nicolas Petro ditangkap pada akhir pekan lalu karena dugaan pencucian uang dan pendanaan gelap. Mantan istrinya, Daysuris Vasquez, juga ditangkap karena pencucian uang dan pelanggaran data pribadi.

Pada Kamis malam, Presiden Petro membuat pernyataan terkait kekacauan politik dan hukum yang melibatkan kampanyenya.

Dia mengatakan dia tidak memberikan perintah kepada anggota keluarganya untuk melakukan kejahatan atau mengesahkan prosedur terlarang demi berkuasa.

"Yakinlah bahwa pemerintahan ini berakhir sesuai dengan mandat rakyat, tidak ada orang lain, dan bagus bahwa ini jelas di Kolombia. ," kata Petro dalam pidatonya.

“Kami tidak akan pergi sampai tahun 2026," imbuhnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya