Berita

Drone tempur ANKA buatan Turkiye/Net

Global

Indonesia Beli 12 Drone ANKA dari Turkiye, Ini Spesifikasinya

RABU, 02 AGUSTUS 2023 | 23:38 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kementerian Pertahanan RI (Kemhan) telah menyetujui pembelian 12 unit drone tempur dari produsen pesawat asal Turkiye, Turkish Aerospace, dengan nilai kontrak mencapai 300 juta dolar atau senilai Rp 4,5 triliun.

Keputusan ini disebut sebagai bagian dari upaya Kemhan untuk memodernisasi militer, khususnya alutsista.

Pengadaan ini juga merupakan bagian dari komitmen Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk memperkuat sistem pertahanan, terutama dengan meningkatkan jumlah dan kualitas alat utama sistem persenjataan militer.


Mengutip Indonesia Defence pada Rabu (2/8), kesepakatan berhasil dicapai pada awal Februari lalu. Di dalamnya mencakup Integrated Logistic Support (ILS), Ground Support and Test Equipment (GS&TE), Flight Simulator, Infrastruktur Hanggar, serta pelatihan dan masa garansi selama 24 bulan atau 600 jam terbang.

“Kontrak senilai 300 juta dolar ini sekarang dalam proses aktivasi di Kementerian Keuangan dan pengiriman 12 unit UAV ANKA tersebut akan dilaksanakan 32 bulan setelah kontrak berlaku efektif,” kata Kemhan dalam pernyataannya.

Dalam kesepakatan, kedua belah pihak setuju bahwa enam unit drone ANKA tahap pertama akan diproduksi di Turkiye, sementara enam unit lainnya akan dirakit di Indonesia melalui program transfer teknologi bersama PT Dirgantara Indonesia.

"Enam unit akan dirakit di Turki, dan enam unit lainnya akan di PT Dirgantara Indonesia. Jadi tentunya ada alih teknologi di sini. Kami berencana mulai mengirim komponen-komponennya pada Agustus tahun ini," kata Presiden sekaligus CEO Turkish Aerospace, Temet Kotil.

Spesifikasi

Drone ANKA sendiri termasuk jenis Medium-Altitude Long-Endurance, yang mampu terbang dalam berbagai kondisi baik siang maupun malam hari. Dengan bentangan sayap hingga 17,5 meter, yang dapat mengudara selama 24 jam pada ketinggian 30.000 kaki dan dapat membawa muatan lebih dari 350 kilogram.

Selain itu, drone tempur ini dilengkapi dengan kemampuan pengintaian, pengawasan, deteksi target tetap atau bergerak, identifikasi, hingga pelacakan.

Senjata itu juga memiliki kemampuan communication relay, air-to-ground strike, dan dapat dilengkapi dengan berbagai jenis senjata.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya