Berita

Ketua majelis jaringan aktivis Pro Demokrasi (Prodem) Iwan Sumule/Net

Hukum

Minta Aparat Usut Kasus Kredit Macet SNP Finance, Prodem Singgung Royke Tumilaar

RABU, 02 AGUSTUS 2023 | 14:45 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) Iwan Sumule meminta agar aparat penegak hukum mendalami dugaan keterlibatan Royke Tumilaar dalam kasus kredit macet SNP Finance.

Menurut Iwan, kredit macet SNP Finance yang diduga merugikan negara sebesar Rp1,5 triliun itu, harusnya menjadi tanggung jawab Royke sebagai mantan Direktur Utama (Dirut) Bank Mandiri.

“Karena bisa pengajuan kredit SNP Finance yang penuh manipulasi diduga sengaja diloloskan dengan tidak melakukan cros cek data perdagangan. Sehingga kredit tetap dikucurkan,” kata Iwan Sumule dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (1/8).


Iwan berharap penegak hukum dapat menemukan adanya dugaan “main mata” antara pejabat Bank Mandiri dengan SNP Finance pada saat itu, termasuk diduga Royke Tumilaar yang saat ini menjabat sebagai Dirut Bank BNI.

Iwan berpendapat, manajemen Bank Mandiri ketika itu diduga tidak menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menganalisis calon debitur, potensi risiko terganggunya pemasukan calon debitur akibat kondisi ekonomi tidak diperhitungkan secara matang.

“Wajib bagi penegak hukum mengusutnya. Karena bocornya uang negara jumlahnya tidak sedikit, trilunan rupiah,” ujar Iwan.

Dalam kasus ini, lima orang direksi dan manajer SNP Finance sudah ditetapkan tersangka oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Ditipideksus) Bareskrim Polri atas dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen, penggelapan, penipuan, dan pencucian uang dalam aktivitas usahanya sebagai perusahaan pembiayaan (multifinance).

SNP Finance diketahui menerima fasilitas kredit modal kerja dari 14 bank. Salah satu dan yang paling besar berasal dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.


Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya