Berita

Junta Niger/Net

Global

Junta Niger Tuduh Prancis Siapkan Intervensi Militer Setelah Kudeta

SELASA, 01 AGUSTUS 2023 | 13:10 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Prancis diklaim berencana untuk mengerahkan militer ke Niger di tengah upaya kudeta yang berlangsung di negara Afrika Barat tersebut. Klaim tersebut disampaikan oleh junta Niger pada Senin (31/7).

"Dalam pencarian cara dan sarana untuk campur tangan militer di Niger, Prancis dengan keterlibatan beberapa orang Niger, mengadakan pertemuan dengan kepala staf Garda Nasional Niger untuk mendapatkan yang diperlukan otorisasi politik dan militer," kata junta, seperti dimuat Mehr News Agency.

Prancis telah menanggapi tuduhan junta tentang perencanaan intervensi militer. Menteri Luar Negeri Catherine Colonna menyangkal tuduhan tersebut dan menambahkan bahwa masih mungkin mengembalikan pemerintahan sipil ke tampuk kekuasaan.


Meskipun menyangkal niat untuk menginvasi Niger, Paris telah berjanji untuk mengambil tindakan segera dan tanpa kompromi jika warga atau kepentingan Prancis diserang.

Ancaman itu diungkapkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron setelah ribuan pendukung militer Niger berbaris melalui jalan-jalan di ibu kota Niamey dan berkumpul di luar kedutaan Prancis, mencela bekas kekuatan kolonial negara itu dan menyerbu misi diplomatiknya.

Militer Niger telah menahan presiden yang digulingkan, Mohamed Bazoum, sejak pekan lalu dalam kudeta ketujuh yang melanda negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Jenderal Abdourahamane Tiani, kepala pengawal presiden yang kuat, telah menyatakan dirinya sebagai pemimpin.

Para pemimpin kudeta menghadapi ancaman ketika Komunitas Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS) pada Minggu (30/7) memberi mereka waktu seminggu untuk mengembalikan kekuasaan kepada otoritas sipil atau menghadapi konsekuensi, termasuk penggunaan kekuatan.

Sementara itu, Partai Niger untuk Demokrasi dan Sosialisme yang digawangi Bazoum, telah memperingatkan bahwa negara tersebut berisiko menjadi rezim diktator dan totaliter setelah serangkaian penangkapan yang dilakukan militer terhadap pejabat tinggi sipil.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya