Berita

Korban luka akibat ledakan di distrik Bajaur Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan saat dibawa ke Rumah Sakit Lady Reading di Peshawar pada 30 Juli 2023/Net

Global

Bom Bunuh Diri Meledak saat Pertemuan Politik di Pakistan, Puluhan Orang Tewas

SENIN, 31 JULI 2023 | 15:20 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Tragedi mengerikan kembali mengguncang mengguncang provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, pada Minggu (30/7), ketika seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di tengah rapat umum politik.

Menurut keterangan dari polisi dan petugas penyelamat, sedikitnya 44 orang tewas dan lebih dari 130 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Mengutip laporan Asia One, Senin (31/7), ledakan terjadi selama pertemuan partai konservatif Jamiat Ulema Islam-Fazl (JUI-F), yang memiliki hubungan dengan politik Islam garis keras.


JUI-F sebagai partai yang ditargetkan ini merupakan sekutu utama pemerintah koalisi Perdana Menteri Shehbaz Sharif, yang sedang mempersiapkan pemilihan nasional yang akan diadakan pada November.

Akibat insiden mengerikan itu, situasi darurat di rumah sakit Bajaur dan sekitarnya segera diterapkan, karena ratusan korban luka telah dibawa ke lokasi tersebut untuk mendapatkan perawatan medis.

Beberapa korban luka parah bahkan telah dievakuasi menggunakan helikopter militer menuju ibu kota provinsi, Peshawar.

Belum diketahui siapa dalang dibalik serangan tersebut. Akan tetapi Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) dan kelompok militan terkait yang sering menjadi pelaku sebagian besar serangan di Pakistan belakangan ini, mengaku tidak terlibat dalam serangan tersebut dan telah mengutuknya.

Atas insiden itu, Perdana Menteri Sharif mengecam keras serangan ini, dan bersumpah untuk mengadili para pelaku dan pihak yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut.

"Jelas serangan kepada partai ini sebagai upaya untuk merusak sistem demokrasi di Pakistan. Mereka yang bertanggung jawab akan diidentifikasi dan dihukum. Bangsa Pakistan, lembaga penegak hukum, dan pelindung kami tidak akan pernah membiarkan taktik pengecut musuh berhasil," ujar Sharif dalam cuitannya.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Islamabad dan mantan Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, juga ikut mengutuk keras ledakan tersebut melalui postingan di media sosial mereka.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya