Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Cegah Perpecahan Masyarakat, DPRD Jateng Berharap Minimal Ada 3 Pasangan pada Pilpres 2024

MINGGU, 30 JULI 2023 | 01:41 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Jumlah calon presiden pada Pemilu 2024 akan berpengaruh terhadap potensi terjadinya polarisasi. Menurutnya, semakin banyak capres, maka potensi polarisasi semakin sedikit.

"Saya harap calon presidennya tiga atau empat sehingga kita tidak seperti tahun 2019. Lebih banyak calon akan lebih bagus, supaya kita tidak terpecah," kata Ketua Komisi A DPRD Jateng, Muhammad Saleh, di Aula Pemkab Batang, Sabtu (29/7).

Politikus Golkar itu berharap Pemilu 2024 tidak lagi muncul kerawanan konflik seperti Pemilu 2019. Di mana saat itu muncul istilah cebong dan kampret.


Untuk itu, Saleh menambahkan, perlu ada antisipasi terus menerus hingga 2024. Contohnya memperbanyak kegiatan shalawatan.

"Lalu menggandeng Forum Komunikasi antar-Umat beragama (FKUB) untuk lakukan doa bersama dan diskusi dengan Forum Komunikasi Deteksi Dini," tuturnya, dikutip Kantor Berita RMOLJateng.

Hal tersebut disampaikannya usai menjadi narasumber kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat sipil dalam penyelesaian konflik sosial di Aula Kantor Bupati Batang.

"Secara sunatullah manusia diciptakan berbeda-beda secara kebudayaan, individual, perbedaan kepentingan dalam konteks politik, maupun perbedaan dalam konteks agama dan perbedaan suku," jelasnya.

Di sisi lain, Saleh menyebut, berdasarkan hasil monitoringnya, persiapan Pemilu 2024 di Jateng sesuai regulasi dan tahapan.

"Masyarakat yang belum terdata monggo mendaftarkan diri dan di tahapan verifikasi bacaleg saya lihat tidak banyak riak-riak, karena saya yakin partai politik sudah siap," tandasnya.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya