Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga/RMOL
Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga/RMOL
Menurut pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga, hal itu terjadi karena Golkar dan PAN hingga kini belum menentukan arah koalisi. Dua partai itu belum jelas akan tetap membentuk koalisi sendiri atau bergabung ke koalisi yang sudah ada.
"Golkar dan PAN pada dasarnya bisa membentuk koalisi untuk mengusung pasangan Capres-Cawapres. Sebab dua partai ini dapat memenuhi PT 20 persen," demikian pendapat Jamiluddin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (25/7).
Populer
Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37
Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16
Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15
Senin, 19 Januari 2026 | 15:23
Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27
Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35
Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06
UPDATE
Senin, 26 Januari 2026 | 17:59
Senin, 26 Januari 2026 | 17:49
Senin, 26 Januari 2026 | 17:46
Senin, 26 Januari 2026 | 17:31
Senin, 26 Januari 2026 | 17:26
Senin, 26 Januari 2026 | 17:13
Senin, 26 Januari 2026 | 16:58
Senin, 26 Januari 2026 | 16:53
Senin, 26 Januari 2026 | 16:51
Senin, 26 Januari 2026 | 16:42