Berita

Ketua KPK RI Firli Bahuri menerima Laporan Keuangan Kementerian dan Lembaga (LKKL) 2022 dari BPK dengan predikat WTP/Ist

Hukum

4 Tahun Berturut KPK Raih WTP, Firli Bahuri: Tahun 2023 akan Kami Pertahankan

SELASA, 25 JULI 2023 | 02:27 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam Laporan Keuangan Kementerian dan Lembaga (LKKL) 2022.

Predikat WTP, telah diperoleh KPK pada tiga tahun sebelumnya yakni, 2019, 2020 dan 2021 sehingga empat kali berturut KPK mendapat predikat WTP dari BPK, dimana pada tahun 2018 lembaga antirasuah itu hanya meraih predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

“KPK memperoleh predikat WTP 4 tahun berturut 2019, 2020, 2021 dan 2022. Kami bertekad untuk bekerja keras supaya tahun 2023 predikat WTP bisa kami pertahankan. Ini tekad kami segenap insan KPK,” kata Ketua KPK Firli Bahuri, kepada wartawan, Senin (24/7).


Diketahui, pada tahun 2022, realisasi Anggaran Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) KPK mencapai Rp439,76 miliar atau 306 persen dari estimasi pendapatan sebesar Rp141,73 miliar. Sedangkan realisasi Belanja sebesar Rp1,264 triliun atau mencapai 96,98 persen dari anggaran belanja sebesar Rp1,303 triliun.

Sementara itu, pendapatan uang sitaan hasil korupsi dan pendapatan uang pengganti tindak pidana korupsi yang telah berkekuatan hukum tetap memberikan kontribusi terbesar bagi pencapaian realisasi PNBP, yaitu berjumlah Rp248,01 miliar atau meningkat 83,2 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Kemudian, total PNBP selama semester 1 2023, sudah mencapai Rp114,25 miliar dari target tahun ini sebesar Rp141,5 miliar, atau sudah mencapai 80,8 persen dari target.

Melalui capaian predikat WTP ini, lanjut Firli, pihaknya bertekad dapat menjaga tren peningkatan PNBP, di mana pada 2020 mencapai Rp125,3 miliar, dan pada 2021 sebesar Rp246,3 miliar.

Oleh karena itu, KPK akan selalu menutup celah kekurangan dengan cara perbaikan atas semua temuan yang sudah disampaikan BPK. Serta menindaklanjuti atas rekomendasi yang diberikan agar sesuai dengan ketentuan yang akan terus dilaporkan atas tindak lanjut dan realisasinya.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota I BPK RI, Nyoman Adhi Suryadnyana mengatakan, pada pemeriksaan laporan keuangan dan kinerja KPK 2022, BPK tidak menemukan permasalahan signifikan yang berdampak pada kewajaran penyajian laporan keuangan.

Menurutnya, laporan keuangan KPK sampai dengan 31 Desember 2022 telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material, realisasi anggaran, operasional serta perubahan ekuitas sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya