Berita

Pertemuan Pranowo Subianto dan Budiman Sudjatmiko/Ist

Politik

Pertemuan Prabowo dan Budiman Sudjatmiko Cerahkan Rakyat

MINGGU, 23 JULI 2023 | 04:41 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pertemuan tokoh Pro Demokrasi Budiman Sujatmiko dengan Bacapres Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Selasa lalu (18/7) di kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan, menuai pujian dari berbagai kalangan. Khususnya dari para tokoh mantan Aktivis '98.

Menurut Kordinator Forum Aktivis '98, Muhammad Ikhyar Velayati, gagasan dalam pertemuan kedua tokoh tersebut yang mengangkat isu persatuan nasional dalam menghadapi dinamika politik global sangat bagus dan memberikan pencerahan sekaligus pendidikan politik bagi rakyat Indonesia

"Ya baguslah pertemuan tersebut, selama ini pertemuan elite dan tokoh politik isinya hanya cipika cipiki, drama, basa basi politik, tidak ada program dan solusi kebangsaan yang dihasilkan," ujar Ikhyar menanggapi pertemuan Budiman Sujatmiko dengan Prabowo, di Medan, diwartakan Kantor Berita RMOLSumut, Sabtu (22/7).


"Tapi pertemuan Prabowo dan Budiman mencerahkan dan memberikan pendidikan politik bagi rakyat karena bicara tentang posisi Indonesia di tengah geo politik global dan gagasan persatuan Nasional sebagai solusi kebangkitan Indonesia, ini luar biasa," sambungnya.

Ikhyar menambahkan, pertemuan kedua tokoh tersebut sejatinya bicara bagaimana mengimplementasikan program Trisakti Sukarno di tengah tekanan dan dikte negara maju terhadap Indonesia

"Inti pembahasan kedua tokoh tersebut sebenarnya bicara bagaimana mengimplementasikan program Trisakti Sukarno yaitu berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam bidang kebudayaan di tengah tekanan dan dikte dari negara maju khususnya UE dan AS terhadap produk kita sawit dan nikel yang sangat laku di pasar dunia, maka solusinya adalah persatuan nasional. Persatuan nasional bukan hanya antara sesama kaum nasionalis tetapi juga dengan kekuatan nasionalis relejius," tutur Ikhyar.

Mantan Ketua Relawan Jokowi Jaringan Amar Maruf Sumut ini juga sependapat dengan Budiman bahwa Prabowo bisa menyatukan kelompok nasionalis religius dan kekuatan religius yang nasionalis

"Dilihat dari background-nya dan ide-idenya, Prabowo adalah seorang nasionalis yang dekat dengan berbagai kalangan dan spektrum kekuatan politik yang ada di Indonesia. Beliau dekat dengan kekuatan Islam, familiar dengan aktivis Pro Demokrasi, dan diapresiasi oleh kalangan akademisi dan teknokrat. Beliau satu satunya figur setelah Jokowi yang bisa menyatukan semua kekuatan dan spektrum politik yang ada di Indonesia untuk bangkit melawan dominasi kapitalisme internasional," beber Ikhyar.

Ikhyar melanjutkan, gagasan Persatuan Nasional harus disebarluaskan ke seluruh masyarakat Indonesia dan di bentuk secara konkret.

"Persatuan Nasional itu kebutuhan objektif bangsa kita saat ini, makanya gagasan tersebut harus segera disebarluaskan dan distrukturkan dalam bentuk Front Nasional di tingkat teritorial maupun sektoral, mulai dari Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota hingga tingkat kampung dan lingkungan. Jika Front Nasional terwujud dari nasional hingga lingkungan, maka program Trisakti yang ingin di wujudkan Prabowo di terima oleh rakyat Indonesia," usul Ikhyar.

Saat ditanya siapa yang cocok sebagai cawapres untuk mendampingi Prabowo dalam mewujudkan Persatuan Nasional dan Trisakti tersebut, Ikhyar menyatakan, tentunya orang yang paham konsep Trisakti dan diterima oleh berbagai kalangan.

"Bisa Erick Thohir, beliau masih muda, salah satu Menteri yang dianggap berhasil dan punya jaringan nasional maupun internasional. Bisa juga Cak Imin Ketum PKB yang juga mantan aktivis Pro Demokrasi dan didukung oleh kalangan pesantren dan para Kiai. Dan tentu saja Budiman Sudjatmiko sangat layak. Selain punya jejak rekam konsisten dan komitmen terhadap demokratisasi, gagasan dan idenya selalu selangkah lebih maju dari tokoh kebanyakan," demikian Ikhyar.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya