Berita

Duta Besar RI untuk Spanyol, Dr Muhammad Nadjib/Repro

Politik

Negara-negara Modern Pakai Big Data hingga AI, Survei Politik di Indonesia Sudah Kuno

SABTU, 22 JULI 2023 | 23:15 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Perkembangan sains dan teknologi yang berkembang semakin pesat seharusnya ikut dimanfaatkan oleh Indonesia. Sudah saatnya Indonesia meninggalkan cara-cara konvensional yang masih dipakai hingga saat ini.

Duta Besar RI untuk Spanyol, Dr. Muhammad Najib, mencontohkan survei politik yang digunakan untuk mengukur elektabilitas tokoh dengan metode random sampling sudah tak lagi digunakan di negara-negara modern di dunia.

“Saya seringkali mengingatkan para konsultan politik, para surveyor statistik konvensional yang sementara ini masih mereka andalkan untuk melakukan survei-survei melihat bagaimana popularitas, elektabilitas dan sebagainya itu sudah ketinggalan zaman, sudah kuno,” kata Najib, dikutip Sabtu (22/7).


Najib menyebut bahwa metode random sampling yang digunakan dalam survei politik, seperti di Indonesia, dinilai memiliki banyak kelemahan. Baik dari segi akurasi maupun objektivitasnya.

Saat ini, kata Najib, negara-negara modern sudah menggunakan Big Data hingga Artificial Intelligence (AI) yang dinilai lebih akurat karena hampir tidak ditemukan kesalahan dalam hasil surveinya.

“Metode Big Data, data yang berbasis dengan algoritma komputer, bukan saja real time tetapi juga dia bisa mengetahui dinamika, fluktuasi denyut popularitas, elektabilitas seorang tokoh pun dapat dibaca. Dan ini 100 persen, tidak hanya satu dua persen, jadi margin error-ya itu almost zero,” tuturnya.

Atas dasar itu, Najib berpandangan bahwa sudah seharusnya para praktisi survei politik di Indonesia beralih dari cara-cara konvensional menuju cara yang lebih modern.

“Nah ini saya kira perlu disadari sehingga kemudian kita bisa melihat perkembangan aspirasi masyarakat secara lebih objektif,” demikian Najib.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya