Berita

Kolase Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto/Net

Publika

Budget Iklan dan Dukungan Murni Rakyat

OLEH: KRT PURBONAGORO*
SABTU, 22 JULI 2023 | 21:30 WIB

BEBERAPA hari belakangan ini, viral infografis yang berisi perbandingan dana iklan di media sosial oleh tiga sosok yang menjadi bacapres 2024. Infografis tersebut berisi perbandingan budget yang dikeluarkan oleh Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan.

Dalam infografis tersebut terlihat dana iklan di media sosial paling besar dibelanjakan oleh Prabowo dengan jumlah Rp5,3 miliar. Peringkat kedua diduduki oleh Ganjar Pranowo dengan nominal Rp2 miliar.

Sementara peringkat ketiga Anies Baswedan, hanya mengeluarkan bujet yang jauh lebih kecil dibanding Prabowo dan Ganjar. Jumlahnya hanya sekitar Rp154 juta.


Infografis tentang bujet iklan di media sosial, khususnya di Instagram dan Facebook, tersebut bisa dipertanggungjawabkan. Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, memang membuka akses terhadap bujet iklan yang berkaitan dengan politik. Data di atas merupakan belanja iklan periode Agustus 2020-Juli 2023.

Ada satu hal menarik yang bisa dikaji dari data yang ditampilkan di infografis tersebut, yaitu terkait dengan popularitas dan juga dukungan rakyat terhadap ketiga calon.

Bila melihat hasil survei beberapa lembaga, ketiga bacapres tersebut memiliki dukungan yang relatif berimbang, berada di angka 30 persen. Tidak ada satu capres pun yang popularitasnya di atas 40 persen pemilih. Apa artinya?

Artinya ketiga bacapres memiliki peluang yang sama besar untuk maju di pilpres putaran kedua seandainya pilpres diikuti lebih dari dua calon. Lantas apa hubungannya dengan data iklan di atas? Hubungannya adalah seberapa banyak dukungan organik alias dukungan murni tak berbayar dari rakyat.

Dari data di atas, jelas bahwa Anies Baswedan memiliki dukungan organik atau nyata dari rakyat paling besar.

Anies, tanpa perlu mengeluarkan dana yang besar pun sudah mendapat dukungan luar biasa dari rakyat. Sementara dua calon lainnya, untuk mendongkrak popularitas mereka harus mengeluarkan bujet iklan hingga bermiliar-miliar rupiah.

Budget Anies dibanding Ganjar hanya 1/13. Dibanding dana Prabowo bahkan hanya 1/35. Tapi, hal tersebut ternyata tak membuat popularitas Anies tertinggal.

Anies Baswedan memang sosok yang menarik terkait dengan statusnya sebagai bakal calon presiden. Anies populer, bukan karena didukung oleh dana yang besar. Hal tersebut terlihat dari bujet iklan media sosial yang dibelanjakan.

Anies populer juga bukan karena dorongan dari partai, karena dia bukan anggota partai, kader partai, apalagi ketua partai. Anies populer, karena kinerja-kinerjanya yang memang memukau.

DKI Jakarta adalah bukti mengilapnya kinerja Anies Baswedan. Berbagai kebijakan dan terobosan yang dibuat oleh Anies Baswedan berhasil mengurai masalah ibukota yang selama ini terlihat mustahil untuk diselesaikan.

Misalnya soal kemacetan di Jakarta. Status Jakarta yang masuk empat besar kota termacet di Jakarta diurai dalam waktu singkat. Kurang dari lima tahun peringkatnya sudah mendekati 50 besar. Artinya Sudah tidak jadi daerah yang macet lagi.

Hal tersebut berkat sistem transportasi JakLingko yang mengintegrasikan moda transportasi umum di Jakarta, sehingga orang nyaman naik transportasi umum.

Selain itu berbagai masalah rumit di Jakarta dibereskan mulai dari kampung kumuh, ketimpangan harga, perbaikan kualitas udara, hingga impian untuk memiliki stadion bertaraf internasional sudah dipenuhi. Semua dikerjakan dalam waktu singkat. Kurang dari lima tahun.

Kinerja yang mengkilap ini yang memunculkan dukungan dan kerelawanan dari berbagai pihak. Muncul ribuan gerakan kerelawanan yang mendukung Anies Baswedan agar maju ke kancah nasional. Jaringan relawan Anies Baswedan ini tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari Rote sampai Miangas.

Luas dan solidnya jaringan relawan pendukung Anies Baswedan ini yang membuat dukungan kepada Anies sangat masif dan popularitasnya terus menanjak, meskipun bujet kampanye tidak sebesar Prabowo dan Ganjar.

Luar biasanya dukungan kerelawanan Anies Baswedan ini, mengingatkan kepada dukungan yang diterima Jokowi pada 2014 saat dia akhirnya melenggang menjadi presiden.

Apakah ini pertanda bahwa Anies Baswedan akan mengulangi kesuksesan Jokowi menuju kursi RI 1?

*Penulis adalah pemerhati sosial-politik dan kebudayaan

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya