Berita

Pengadilan Hong kong/Net

Global

Kasus Pertama Penghinaan Lagu Kebangsaan, Pria Hong Kong Dipenjara Tiga Bulan

SABTU, 22 JULI 2023 | 11:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pengadilan Hong Kong menjatuhkan hukuman selama tiga bulan penjara kepada seorang pria yang terjerat kasus penghinaan lagu kebangsaan.

Dikutip dari Global Time, Jumat (21/7), terdakwa, fotografer Cheng Wing-chun dijatuhi hukuman setelah sidang di Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR) pada Kamis (20/7), di mana ia mengganti lagu kebangsaan dengan lagu yang terkait dengan kerusuhan Hong Kong 2019 dalam sebuah video yang dibuat pada 2021.

Pria berusia 27 tahun itu dinyatakan bersalah pada 5 Juli di Pengadilan Magistrat Timur karena secara terbuka dan sengaja menghina lagu kebangsaan. Ia menjadi orang pertama yang diadili karena melanggar Peraturan Lagu Kebangsaan.


Hakim Minnie Wat mengatakan Cheng tidak memiliki penyesalan, mencatat bahwa meskipun Cheng mengklaim dia tidak tahu arti di balik lagu tersebut, dia telah bekerja untuk sebuah partai politik dan berpartisipasi dalam protes dan aksi unjuk rasa pada tahun 2019, yang membuat klaimnya tidak meyakinkan.

Menurut laporan, Cheng mengganti lagu kebangsaan China "March of the Volunteers" dengan "Glory to Hong Kong", sebuah lagu yang terkait dengan kerusuhan anti-pemerintah tahun 2019 dan telah digunakan untuk menghasut aktivitas.

Dalam klip video nampak pemain anggar foil Hong Kong Cheung Ka-long menerima medali emas di Olimpiade Tokyo.

Cheng memposting rekaman itu ke YouTube yang telah ditonton lebih dari 90.000 kali dan beberapa komentar.

Peraturan Lagu Kebangsaan mulai berlaku di Hong Kong pada 2020, bertujuan mempromosikan penghormatan terhadap lagu kebangsaan.

Undang-undang melarang dan mengenakan hukuman atas penyalahgunaan lagu kebangsaan dan tindakan publik dengan maksud untuk menghina lagu kebangsaan, dengan hukuman penjara hingga tiga tahun atau denda hingga 50.000 dolar HK (sekitar 960 juta rupiah).

"Lagu kebangsaan melambangkan citra dan tanda bangsa kita dan Peraturan Lagu Kebangsaan berfungsi untuk menjaga martabatnya," kata Chu Kar-kin.

"Siapa pun yang menghina lagu kebangsaan melakukan pelanggaran dan jika terbukti bersalah akan dihukum oleh hukum," pungkasnya, seraya menambahkan bahwa Pemerintah HKSAR harus mempromosikan pendidikan lagu kebangsaan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya