Berita

Pemimpin Wagner Yevgeny Prigozhin/Net

Dunia

Individu dan Bisnis Terkait Wagner Masuk Daftar Hitam Inggris

JUMAT, 21 JULI 2023 | 08:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Inggris menjatuhkan sanksi kepada 13 orang dan bisnis yang terkait dengan Kelompok paramiliter Rusia Wagner, yang diduga terlibat dalam eksekusi dan penyiksaan warga sipil di negara-negara Afrika.

Kementerian Luar Negeri Inggris mengumumkan pada Kamis (20/7), bahwa pihaknya telah memasukkan pejabat tinggi kelompok tentara bayaran di Mali, Sudan, dan Republik Afrika Tengah, serta bisnis terkait ke dalam daftar hitam dan membekukan aset mereka

Pemimpin Wagner Yevgeny Prigozhin telah lebih dulu dikenai sanksi oleh Inggris, bersama dengan beberapa komandan utamanya, atas peran mereka dalam invasi Rusia ke Ukraina.


Laporan The National pada Kamis (20/7), menyebutkan kepala operasi Grup Wagner di Republik Afrika Tengah (CAR), Konstantin Pikalov, yang dikenal sebagai tangan kanan Prigozhin, termasuk di antara mereka yang disebutkan dalam gelombang sanksi terbaru.

Inggris menuduhnya bertanggung jawab atas penyiksaan dan pembunuhan warga sipil yang ditargetkan.

Pemimpin Wagner di CAR, Vitalii Perfilev, dan rekannya di Mali, Ivan Maslov, juga masuk dalam daftar.

"Pasukan Maslov, bersama dengan pasukan Mali, bertanggung jawab atas pembunuhan setidaknya 500 orang di Moura pada Maret 2022, termasuk eksekusi singkat serta pemerkosaan dan penyiksaan," kata Kementerian Inggris.

Nama lain yang terkena sanksi termasuk bisnis dan orang yang terlibat dalam ancaman perdamaian dan stabilitas di Sudan, termasuk melalui penyebaran propaganda dan penyediaan peralatan militer.

M-Invest, sebuah perusahaan yang bertindak sebagai front untuk Wagner, dikenai sanksi karena menjalankan kampanye disinformasi untuk menguntungkan pemerintah Sudan dan mengancam perdamaian di negara tersebut.

Sanksi akan membatasi kebebasan finansial individu dan perusahaan yang terdaftar. Juga mencegah agar warga negara Inggris, perusahaan, dan bank, tidak berurusan dengan mereka. Semua aset yang mereka miliki di Inggris akan dibekukan dan larangan bepergian telah dikeluarkan.

"Inggris tetap sangat prihatin dengan peran destabilisasi yang dimainkan Wagner di Afrika," kata Kementerian Luar Negeri Inggris.

Andrew Mitchell , Menteri Pembangunan dan Afrika di Kantor Luar Negeri Inggris, mengatakan, kelompok Wagner melakukan kekejaman di Ukraina, serta bertindak dengan impunitas di negara-negara seperti Mali, Republik Afrika Tengah, dan Sudan.

“Di mana pun Wagner beroperasi, hal itu menimbulkan dampak bencana bagi masyarakat, memperburuk konflik yang ada, dan merusak reputasi negara yang menampungnya," katanya.

Grup Wagner mendapatkan ketenaran internasional setelah merekrut narapidana dari penjara Rusia untuk berperang di Ukraina.

Kontraktor militer swasta itu telah beroperasi di Mali, Sudan dan CAR selama beberapa tahun.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya