Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi (kedua kanan) saat ungkap kasus TPPO/RMOL
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi (kedua kanan) saat ungkap kasus TPPO/RMOL
Bahkan, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi menyebut, grup Facebook bernama "donor ginjal" yang berisi interaksi antara korban dan para sindikat.
"Rekrutnya dari media sosial Facebook. Kemudian ada dua akun dan dua grup komunitas yaitu Donor Ginjal Indonesia dan Donor Ginjal Luar Negeri," kata Hengki di Polda Metro Jaya, Kamis (20/7).
Populer
Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37
Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16
Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09
Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09
Senin, 19 Januari 2026 | 15:23
Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35
UPDATE
Minggu, 25 Januari 2026 | 01:58
Minggu, 25 Januari 2026 | 01:31
Minggu, 25 Januari 2026 | 01:13
Minggu, 25 Januari 2026 | 00:45
Minggu, 25 Januari 2026 | 00:25
Minggu, 25 Januari 2026 | 00:00
Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:40
Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:18
Sabtu, 24 Januari 2026 | 22:57
Sabtu, 24 Januari 2026 | 22:33