Berita

Ketua KPK, Firli Bahuri/RMOL

Politik

Gelar 30 OTT saat Jabat Deputi Penindakan KPK, Firli Bahuri: Apakah Korupsi Berhenti?

RABU, 19 JULI 2023 | 15:21 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sepanjang 2018, saat menjabat Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri berhasil operasi tangkap tangan (OTT) sebanyak 30 kali, tertinggi sepanjang berdirinya KPK, hingga saat ini.

Capaian OTT terbanyak itu disampaikan Firli, yang saat ini menjabat Ketua KPK, pada Webinar Pelabuhan yang diselenggarakan tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK), di Gedung Juang KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (18/7).

"OTT terbanyak tahun 2018, waktu itu saya deputi penindakan, 30 kali tangkap tangan. Apakah korupsi berhenti? tidak," ujar Firli.


Dengan banyaknya OTT namun tidak memberhentikan korupsi, kata Firli, dia sempat berpikir ketika menjadi Ketua KPK. Padahal, aparat penegak hukum di Indonesia sudah lengkap, ada Polri, Kejaksaan, BPK, BPKP, hingga APIP.

"Saya bertanya, kenapa ini, gagalnya di mana kita mengelola negara ini, kok bisa masih ada korupsi. Sehingga pada kesimpulan pak saya, berarti kita memang harus melakukan pemberantasan korupsi secara holistik, tidak bisa hanya satu-satu," kata Firli.

Di mana kata Firli, KPK di eranya melakukan tiga pendekatan pemberantasan korupsi secara simultan, yakni pendidikan masyarakat, pencegahan dengan perbaikan sistem, dan penindakan.

"Itu pun belum cukup bagi kita. Kita perlu dukungan partisipasi daripada masyarakat, baik di bidang pendidikan, pencegahan, maupun penindakan," pungkas Firli.

Sementara itu, berdasarkan penelusuran Kantor Berita Politik RMOL, sepanjang KPK berdiri pada 23 Desember 2003 lalu hingga 2023 ini, OTT terbanyak terjadi pada 2018 di bawah kepemimpinan Agus Rahardjo dkk, dengan posisi Deputi Penindakannya adalah Firli saat berpangkat Jenderal Polisi Bintang Satu atau Brigadir Jenderal (Brigjen) dan naik menjadi Jenderal Polisi Bintang Dua atau Inspektur Jenderal (Irjen).

Pada 2018 itu, KPK berhasil melakukan OTT sebanyak 30 kali dengan tersangka sebanyak 121 orang. Jumlah OTT pada 2018 paling banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, maupun setelahnya.

Pada era kepemimpinan Taufiequrachman Ruki dkk, KPK mulai melakukan OTT pada 2005, yakni sebanyak 3 kali dengan 10 tersangka. Selanjutnya pada 2006 tidak ada OTT sama sekali, dan pada 2007 sebanyak 1 kali OTT dengan 2 tersangka.

Selanjutnya pada era kepemimpinan Antasari Azhar dkk, pada 2008 sebanyak 4 kali dengan 8 tersangka, pada 2009 sebanyak 1 kali dengan 3 tersangka.

Kemudian pada era Tumpak Hatorangan Panggabean sebagai Plt Ketua KPK pengganti Antasari Azhar, pada 2010 KPK melakukan OTT sebanyak 2 kali dengan 6 tersangka.

Lalu di era Busyro Muqoddas menjadi Ketua KPK definitif pengganti Antasari Azhar, pada 2011 sebanyak 6 kali OTT dengan 14 tersangka.

Selanjutnya di era Abraham Samad dkk, pada 2012 KPK melakukan OTT sebanyak 4 kali dengan 16 tersangka, pada 2013 sebanyak 10 kali dengan 33 tersangka, pada 2014 sebanyak 5 kali dengan 12 tersangka, dan pada 2015 sebanyak 5 kali dengan 19 tersangka.

Kemudian di era Agus Rahardjo dkk, pada 2016 KPK melakukan OTT sebanyak 17 kali dengan 58 tersangka, pada 2017 sebanyak 19 kali dengan 72 tersangka, pada 2018 sebanyak 30 kali dengan 121 tersangka, dan pada 2019 sebanyak 21 kali dengan 67 tersangka.

Lalu di era Firli Bahuri yang mulai melakukan pemberantasan korupsi secara simultan, mulai mengalami penurunan dalam melakukan OTT. Bahkan, di era Firli, tidak lagi menggunakan istilah OTT, melainkan menggunakan penyebutan kegiatan tangkap tangan.

Pada 2020, KPK melakukan kegiatan tangkap tangan sebanyak 7 kali, pada 2021 sebanyak 5 kali, dan pada 2022 sebanyak 10 kali.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Malaysia Fair 2026 Jadi Ajang Perluasan Pasar Medical Tourism di Indonesia

Jumat, 05 Juni 2026 | 18:12

CFD Rasuna Said Kembali Digelar, Ini Lokasi Parkir dan Rute Transportasi Umumnya

Jumat, 05 Juni 2026 | 18:10

Begini Spek Bangunan SPPG di Daerah 3T yang Dibangun Kementerian PU

Jumat, 05 Juni 2026 | 17:47

Sambut Nanik Deyang, APJI Minta Juknis Dapur MBG Dibenahi

Jumat, 05 Juni 2026 | 17:01

Menteri PU Rampungkan 222 SPPG di Daerah 3T

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:48

KPK Panggil Motivator Ary Ginanjar Agustian di Kasus Gratifikasi IUP Kukar

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:45

Akulaku Finance Dukung Proses Hukum pada Tindakan Kecurangan

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:36

Mubes Kosgoro 1957: Berkas La Ode Beres, Sari Yuliati Belum Bayar Administrasi

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:18

Awas Kolesterol Naik! Ini 5 Tips Sehat Mengolah Daging Kurban ala Ahli Gizi UNS

Jumat, 05 Juni 2026 | 15:57

AS Buka Jalur untuk 36 Kapal Bantuan Kemanusiaan di Selat Hormuz

Jumat, 05 Juni 2026 | 15:33

Selengkapnya