Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Bantuan Pangan Dipotong, Krisis Kemanusiaan Haiti Makin Parah

SELASA, 18 JULI 2023 | 07:40 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemotongan besar-besaran bantuan pangan darurat di Haiti bisa berdampak besar dan menjadi krisis kemanusiaan. Lantaran ratusan ribu warga Haiti bisa kehilangan akses ke makanan.

Pada Senin (17/7), Program Pangan Dunia (WFP) di bawah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengumumkan pemotongan bantuan bulan ini. Bantuan untuk Juli hanya didanai 16 persen, menurun dari 25 persen pada Juni.

"Pemotongan ini terjadi pada saat yang lebih buruk, karena warga Haiti menghadapi krisis kemanusiaan berlapis, kehidupan dan mata pencaharian mereka terganggu oleh kekerasan, ketidakamanan, gejolak ekonomi, dan guncangan iklim," kata Direktur WFP untuk Karibia, Jean-Martin Bauer, seperti dikutip Reuters.


"Kecuali kami menerima dana segera, pemotongan lebih lanjut yang menghancurkan tidak dapat dikesampingkan," tambahnya.

Dalam enam bulan pertama tahun 2023, WFP memberikan bantuan makanan atau uang tunai kepada sekitar 1,5 juta orang, termasuk makan siang sekolah untuk 450 ribu anak.

“Tanpa suntikan dana, hampir setengah dari anak-anak ini tidak lagi memiliki akses ke makanan sekolah ketika mereka kembali ke kelas setelah liburan musim panas,” kata WFP.

WFP memperkirakan membutuhkan 121 juta dolar AS hingga akhir tahun di Haiti.

“Ini memilukan. Haiti adalah negara yang sangat menderita. Dan telah begitu dilupakan, meskipun faktanya begitu dekat dengan begitu banyak kekayaan,” kata jurubicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric.

Menurut PBB, kurang dari separuh populasi Haiti, sekitar 5,2 juta orang, membutuhkan bantuan kemanusiaan, termasuk 3 juta anak-anak.

Situasi rapuh itu semakin diperburuk oleh krisis politik tanpa henti yang diperparah oleh hilangnya kendali pemerintah atas wilayah oleh geng bersenjata.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya