Berita

Perdana Menteri Manasseh Sogavare/Net

Dunia

Sogavare Ingatkan AS dan Australia agar Tidak Ikut Campur Urusan Kerja Sama Kepulauan Solomon dan China

SELASA, 18 JULI 2023 | 04:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kekhawatiran Amerika Serikat dan Australia atas kerja sama keamanan Kepulauan Solomon dan China yang semakin kuat dijawab oleh Perdana Menteri Manasseh Sogavare sepulangnya ia dari China.

Melalui pernyataan yang disampaikan Senin (17/7) di sebuah konferensi pers di ibu kota Honiara, Sogavare menyatakan kekhawatiran AS dan Australia sebagai sikap yang kurang hormat.

“Menanyakan program kebijakan Kepulauan Solomon-Tiongkok memberikan definisi baru tentang Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” kata Sogavare, seperti dikutip dari AP.


"Pendekatan yang sempit, koersif, dan diplomatis untuk menargetkan hubungan China-Kepulauan Solomon adalah - dan saya tidak ingin menggunakan kata ini - bukan sifat bertetangga, dan kurang hormat," katanya.

"Ini tidak lain adalah campur tangan negara asing ke dalam urusan dalam negeri Kepulauan Solomon," lanjut Sogavare.

Sogavare mengungkapkan, selama di China dia menandatangani sembilan perjanjian dan memorandum, termasuk rencana kerja sama polisi, yang dikritik AS dan Australia.

Dia menjelaskan bahwa rencana itu meningkatkan kerja sama dalam masalah penegakan hukum dan keamanan dengan komitmen China untuk memberikan dukungan sesuai kebutuhan guna memperkuat kapasitas penegakan hukum polisi di negara Pasifik itu.

Dia mengatakan rencana China untuk membantu polisi melengkapi program polisi Australia dan Selandia Baru yang ada di negaranya.

"Australia dan Amerika Serikat tidak perlu takut dengan dukungan polisi China ke Kepulauan Solomon," kata Sogavare.

Perjanjian baru datang setelah Kepulauan Solomon menandatangani pakta keamanan dengan China tahun lalu, menimbulkan kekhawatiran akan penumpukan militer di wilayah tersebut.

Rumah bagi 700.000 orang dan terletak sekitar 2.000 kilometer timur laut Australia, Kepulauan Solomon telah menjadi salah satu keberhasilan terbesar China dalam kampanye untuk memperluas kehadirannya di Pasifik Selatan.

Kementerian Luar Negeri China sebelumnya mengatakan kunjungan Sogavare ke Beijing akan menyuntikkan momentum baru ke dalam hubungan dan memperdalam kepercayaan politik timbal balik.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

PLN Gercep Pulihkan Listrik Pascagempa NTT: Bukti Negara Hadir

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:26

Peduli NTT, Pemkab Tuban Batalkan Pesta Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:15

Tunda Agenda Internal, PDIP Fokus Bantu Korban Gempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:00

Ketika Emak-emak Mengamuk di Depan Kepala BGN

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:50

HUT RI Momentum Bangkit Bersama di Tengah Duka Gempa

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:49

Operasional Pelabuhan Marina Disetop Pangkas Pendapatan Daerah Rp11 Miliar

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:33

PKS Yakin Rakyat Aceh Konsisten Bersama NKRI

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:30

BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Bisa Dipakai via QRIS

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:27

Bitcoin Menguat Terimbas Sentimen Positif Pasar Kripto Global

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:19

HUT Ke-81 RI Diwarnai Duka Gempa NTT: Ada Kesedihan di Tengah Perayaan

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:17

Selengkapnya