Berita

Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo/Net

Politik

Komisi IX DPR Hormati Rencana Sejumlah Pihak Gugat UU Kesehatan ke MK

MINGGU, 16 JULI 2023 | 01:42 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

DPR RI terbuka dengan rencana sejumlah pihak yang akan mengajukan Judicial Review (JR) terkait UU Kesehatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Jalur MK ditempuh karena UU Kesehatan merupakan produk hukum yang telah disahkan DPR RI.

"Kita menghormati ketika lembaga profesi menolak atau apapun namanya. Ketika UU sudah ada, ini amanah rakyat terlepas ada pro dan kontra ketika ada nanti yang menolak. Ini negara demokrasi ada ranah hukum yang ada jalurnya di MK," kata anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo, dalam diskusi daring bertajuk "Menanti Arah Baru Layanan Kesehatan Masyarakat", Sabtu (15/7).


Padahal, lanjut Rahmad, saat proses pemaparan UU Kesehatan pihaknya mengklaim telah melibatkan banyak pihak seperti lembaga profesi, termasuk IDI.

Seharusnya, penolakan dan masukan hadir saat pembahasan, bukan saat RUU itu telah menjadi UU.

"Jadi memang tidak ujug-ujug jadi UU. Dalam rapat panja kita melibatkan lembaga profesi. DPR tidak bisa hanya melihat yang menolak. Ini produk hukum yang harus dihormati meskipun ada pro kontra," tutur legislator PDI Perjuangan.

DPR RI telah mengesahkan UU Kesehatan dalam Rapat Paripurna DPR RI, Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/7).

Ada enam fraksi yang setuju RUU Kesehatan disahkan menjadi UU. Yakni Fraksi PDIP, Fraksi Partai Golkar, Fraksi Partai Gerindra, Fraksi PKB, Fraksi PAN, dan Fraksi PPP.

Sementara Fraksi PKS dan Demokrat menolak, dan Nasdem setuju dengan catatan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya