Berita

Kapal tanker MT Arman 114 berbendera Iran dan MT STinos berbendera Kamerun yang ditangkap Bakamla Ri di Natuna/Dok Bakamla RI

Pertahanan

Informan CERI, Dubes Iran Diduga Temui Bakamla Setelah Kapal Tanker MT Arman 114 Ditangkap

KAMIS, 13 JULI 2023 | 23:31 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Penangkapan dua kapal super tanker berbendera Iran dan Kamerun di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia, Natuna memunculkan spekulasi adanya transaksi pengiriman minyak mentah ilegal.

Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman bahkan mengaku mendapat informasi bahwa penangkapan kapal MT Arman 114 berbendera Iran dan MT STinos berbendera Kamerun oleh Bakamla RI telah diketahui Dutabesar Iran untuk Indonesia, Mohammad Azad.

Informasi Yusri, Dubes Iran untuk Indonesia itu diduga telah mendatangi Kantor Bakamla RI pada Kamis (13/7) siang.


"Ia dikabarkan bertemu Kepala Bakamla Laksamana Madya Aan Kurnia. Konfirmasi tertulis yang kami kirim melalui WhatsApp sampai saat ini tidak dijawab," begitu pengakuan Yusri Usman kepada redaksi saat berusaha mengonfirmasi info tersebut kepada Bakamla RI, Kamis (13/7).

Jika pertemuan tersebut benar, kata Yusri, makin menguatkan minyak mentah 272.569 metrik ton yang dibawa kapal MT Arman 114 itu berasal dari Iran.

Yusri lantas mengingatkan peristiwa penangkapan tanker berbendera Iran MT Horse di perairan Kalimantan pada 24 Januari 2021 silam. Tak lama setelah itu, kata Yusri, seorang diduga intelijen Iran bernama Ghassem Saberi Gilchalan ditangkap di Bandara Soekarno Hatta. Kapal MT Horse tak lama akhirnya dilepas.

"Yang paling penting jangan sampai kita lupa, MT Horse kala ditangkap sedang membawa kargo 1,8 juta barrel minyak mentah," jelas Yusri.

Berkaca dari kasus MT Horse, Yusri menilai patut diduga keras memang ada permainan melibatkan trader untuk menyelundupkan minyak asal Iran ke Indonesia.

"Kejanggalan kembali terlihat di kasus MT Arman. Pertamina membantah kargo muatan tanker itu pesanan mereka. Tapi jangan lupa, Kilang Pertamina Internasional pada Januari lalu pernah menyatakan akan mengurangi pembelian minyak mentah dari Saudi Aramco," beber Yusri.

Selain itu, Yusri juga menyoroti kegiatan pemindahan muatan atau transhipment dari MT Arman ke MT STinos, tanker berbendera Kamerun.

"Kami mendapat informasi yang patut dipercaya bahwa MT STinos ternyata seharusnya sudah scrap (dibongkar) sejak 10 tahun lalu. Informan kami sampai menjuluki tanker ini sebagai kapal hantu, karena harusnya memang sudah tidak ada," jelas Yusri.

Yusri pun heran, MT STinos bisa lolos hingga ke perairan Natuna ke Laut China Selatan. Padahal, kata dia, ada operasi bersama coast guard atau penjaga pantai Indonesia dan Malaysia.

"Bahkan tingkat ASEAN pun ada. Mestinya tidak sulit membekuk MT STinos ini," kata Yusri.

Meski demikian, Yusri meyakini Bakamla RI akan mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat, termasuk bekerja sama dengan coast guard ASEAN untuk mengejar tanker MT STinos berbendera Kamerun itu.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya