Berita

Ketua KPK, Firli Bahuri, dan Menkum HAM, Yasonna Laoly/Ist

Hukum

Aset Koruptor Senilai Rp28,9 M Diserahkan ke Kemenkumham

RABU, 12 JULI 2023 | 16:19 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan aset berupa tanah dan bangunan senilai Rp28,4 miliar, serta dua unit mobil senilai Rp469 juta, kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Penyerahan dilakukan Ketua KPK, Firli Bahuri, kepada Menteri Kumham, Yasonna Hamonangan Laoly, di Aula Soepomo, Kantor Wilayah Kemenkumham Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/7).

Menurut Firli, aset berupa tanah beserta bangunan dan dua unit mobil itu diserahkan dengan mekanisme Penetapan Status Penggunaan (PSP), merupakan barang rampasan negara dari perkara tindak pidana korupsi (tipikor).


Perampasan aset, kata Firli, merupakan cara KPK memberikan efek jera kepada para pelaku korupsi di Indonesia, selain pemidanaan badan.

Dengan perampasan aset, kondisi koruptor menjadi kekurangan dari segi ekonomi, karena sesungguhnya koruptor tidak takut dipenjara, tapi takut dimiskinkan.

"KPK terus berjuang membersihkan negeri ini dari praktik korupsi. KPK tidak akan pernah lelah, karena KPK memiliki mimpi Indonesia bebas dari korupsi," ujar Firli.

Dia juga memastikan, KPK tidak pernah goyah memberantas korupsi. Sejak berdiri hingga hari ini, KPK telah menetapkan 1.605 tersangka. Khusus Januari-Juni 2023, KPK sudah menetapkan 89 tersangka, 80 di antaranya ditahan.

Sementara itu, Menkumham Yasonna Laoly menyampaikan apresiasinya kepada KPK, karena kembali menyerahkan aset barang rampasan, yang akan digunakan untuk mendukung operasionalisasi Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas I Bandung.

Sementara dua unit kendaraan roda empat akan digunakan untuk mendukung operasionalisasi Kantor Wilayah Kemenkumham Kalimantan Timur dan Rupbasan Samarinda. Penetapan status penggunaan itu sangat berharga demi mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Kemenkumham.

"Ini menunjukkan sinergi yang baik antar kementerian dan lembaga, utamanya penyelesaian barang rampasan yang merupakan bagian dari upaya pemulihan aset atau asset recovery," katanya.

Untuk tanah dan bangunan yang diterima merupakan Barang Milik Negara (BMN) dalam perkara tipikor pengadaan alat simulator SIM atas nama Budi Susanto yang telah berkekuatan hukum tetap berdasar putusan MA Nomor 1452 K/PID/TPK/2014 tanggal 13 Oktober 2014 Juncto putusan Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat Nomor 48/PID.SUS/TPK/2013/PN.JKT.PST tanggal 16 Januari 2014.

Sedang satu bidang tanah beserta bangunan berupa gudang di Jalan Gempol Sari Nomor 89 RT 4 RW 2, Kelurahan Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, seluas 5.079 meter persegi, ditaksir senilai Rp28,43 miliar.

Sementara aset berupa dua unit mobil berasal dari rampasan perkara terpidana Aswandini Eka Tirta. mantan Kadis Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Timur, dalam perkara tipikor pengerjaan infrastruktur di lingkungan Kabupaten Kutai Timur dan sudah berkekuatan hukum tetap.

Kepastian hukum itu termaktub di dalam amar Putusan Pengadilan Tipikor pada PT Kalimantan Timur Nomor 4/PID-TPK/2021/PT SMR tanggal 3 Juni 2021 Juncto Pengadilan Tipikor pada PN Samarinda Nomor 38/Pid.Sus-TPK/2020/PN Smr tanggal 15 Maret 2021.

Kedua mobil itu masing-masing Isuzu NLR 50 tahun 2020, dan Daihatsu Sigra 1.2 MT X tahun 2020, dengan nilai BMN Rp469,4 juta.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Jaksa Agung: Ini Saatnya, Badai Harus Berlalu

Rabu, 02 September 2026 | 22:09

Dugaan Pelanggaran Etik, Perwira Polri Dilaporkan ke Propam

Rabu, 02 September 2026 | 21:49

BPOM Butuh Anggaran Rp2,4 Triliun, Rp509 Miliar Khusus Kawal MBG

Rabu, 02 September 2026 | 21:21

DPR Minta Pelaku Pembakaran Hutan Dihukum Mati

Rabu, 02 September 2026 | 21:04

Halmahera Tengah Diguncang Gempa, Belasan Rumah dan Faskes Rusak

Rabu, 02 September 2026 | 20:45

Polri Ujung Tombak Demokrasi dalam Aksi 27 Agustus

Rabu, 02 September 2026 | 20:22

Keluarga Indonesia Diajak Siapkan Warisan Bermakna

Rabu, 02 September 2026 | 19:46

Dari Rival Menjadi Sekutu: Strategi Othello Prabowo

Rabu, 02 September 2026 | 19:30

Siswa Tak Libur di Tengah Kabut Asap, Kadisdik Kalteng Diminta Tak Asal Ambil Keputusan

Rabu, 02 September 2026 | 19:23

Indonesia Tak Bisa Akal-akali Alokasi Jemaah Haji dari Arab Saudi

Rabu, 02 September 2026 | 19:17

Selengkapnya