Berita

Para pekerja berdiri di luar reaktor 4 saat mereka melanjutkan proses dekontaminasi radiasi di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi milik Tokyo Electric Power Co. pada 25 Februari 2016/Net

Dunia

China: Mereka yang Percaya Keamanan Air Limbah Fukushima, Silakan Minum dan Berenang di Sana

RABU, 12 JULI 2023 | 13:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah China menanggapi dukungan pengawas nuklir PBB atas rencana Jepang membuang air limbah yang terkontaminasi dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi ke Samudera Pasifik.

Berbicara pada Selasa (11/7), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin sempat mengeluarkan pernyataan sarkas dengan mengatakan bahwa mereka yang percaya air itu aman harus meminumnya dan berenang di dalamnya.

Komentar Wang datang ketika dia ditanya tentang pernyataan Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Mariano Grossi baru-baru ini yang menggembar-gemborkan keamanan air limbah Fukushima.


“Jika beberapa orang berpikir bahwa air yang terkontaminasi nuklir dari Fukushima aman bahkan jika tertelan, kami menyarankan agar Jepang menyimpan air yang terkontaminasi nuklir itu untuk diminum atau berenang oleh orang-orang ini daripada membuangnya ke laut dan menyebabkan kekhawatiran luas secara internasional,” kata Wang, seperti dikutip dari RT, Rabu (12/7).

IAEA pekan lalu menyetujui rencana Tokyo untuk melepaskan air limbah Fukushima ke laut, lebih dari satu dekade setelah tsunami yang dipicu gempa membanjiri pabrik dan menyebabkan tiga reaktornya meleleh.

Pabrik terus memproduksi sekitar 100 meter kubik air limbah setiap hari, dan tempat penyimpanannya hampir habis. Pejabat Jepang bersikeras bahwa air tersebut memenuhi standar keamanan internasional setelah diolah untuk menghilangkan sebagian besar unsur radioaktifnya.

Wang mengklaim bahwa tinjauan IAEA tentang rencana pembuangan terlalu terfokus dan tergesa-gesa mencapai kesimpulan yang gagal mengatasi masalah keamanan internasional.

“IAEA tidak menilai kemanjuran dan keandalan fasilitas perawatan Jepang dalam jangka panjang dan karena itu tidak dapat menjamin bahwa semua air yang terkontaminasi nuklir akan mencapai standar setelah perawatan dalam 30 tahun ke depan,” kata Wang.

“Dampak pembuangan jangka panjang terhadap lingkungan laut dan keamanan pangan bukanlah sesuatu yang dapat dengan mudah ditarik kesimpulannya oleh IAEA," ujarnya.

Juru bicara China juga berpendapat bahwa penilaian IAEA seharusnya tidak menjadi keputusan akhir tentang masalah ini.

“Jepang tidak bisa hanya menggunakan laporan IAEA sebagai lampu hijau untuk pembuangan air laut,” kata Wang.

Warga Korea Selatan telah memprotes temuan IAEA ketika Grossi mengunjungi Seoul pada Minggu (9/7).

Anggota parlemen Korea Selatan Woo Won-shik, pemimpin partai oposisi utama negara itu, menuduh badan pengawas nuklir itu berpihak pada Jepang sejak awal. Dia mengatakan IAEA gagal menyelidiki dengan baik dampak pembuangan air limbah di negara-negara tetangga.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

Bahaya Framing, Publik Jangan Mudah Diadu Domba di Kasus Andrie Yunus

Selasa, 24 Maret 2026 | 19:36

Memahami Trust: Energi yang Hilang

Selasa, 24 Maret 2026 | 19:22

Kapolri Imbau Masyarakat Manfaatkan WFA Jelang Puncak Arus Balik Mudik

Selasa, 24 Maret 2026 | 19:19

Penjualan Tiket KA Jarak Jauh Tembus 101 Persen Saat Libur Lebaran

Selasa, 24 Maret 2026 | 18:45

Polri: Arus Balik Mudik ke Jakarta Meningkat hingga 73 Persen

Selasa, 24 Maret 2026 | 18:29

Badko HMI Jabar Diteror Usai Bahas Aktor Intelektual Kasus Andrie Yunus

Selasa, 24 Maret 2026 | 17:51

Hari ke-12 Operasi Ketupat: Jumlah Kecelakaan 198, Meninggal 18

Selasa, 24 Maret 2026 | 17:01

Mengapa Harga iPhone 15 Tiba-Tiba Melambung Naik Jutaan Rupiah?

Selasa, 24 Maret 2026 | 16:46

Kembali ke KPK, Yaqut: Alhamdulillah Bisa Sungkem

Selasa, 24 Maret 2026 | 16:28

Apa Itu Post Holiday Syndrome Usai Lebaran 2026? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Selasa, 24 Maret 2026 | 16:18

Selengkapnya