Berita

Acara Simposium Nasional Satu Abad Nahdlatul Ulama yang digelar PAN di Hotel Sheraton Surabaya, Sabtu (18/2)/Net

Politik

Dua Tahun Bangun Kedekatan dengan NU, Zulhas Bawa PAN Bertransformasi jadi Partai Terbuka

RABU, 12 JULI 2023 | 12:33 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Perlahan tapi pasti, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mampu membawa perubahan partainya menjadi lebih terbuka. Artinya, PAN tidak lagi inklusif bagi kalangan Muhammadiyah, seperti persepsi publik selama ini.

PAN yang lahir dari rahim Muhammadiyah, seakan memberi kesan bahwa partai matahari putih tertutup. Namun di tangan Zulhas, PAN bertransformasi menjadi partai terbuka untuk semua umat Islam.

Zulhas mengatakan, transformasi itu sejalan dengan tujuan partai politik yang harus berperan sebagai pemersatu bangsa. Karenanya, dia berusaha keras untuk memperkuat persatuan dengan merangkul semua golongan, termasuk Nadhlatul Ulama (NU).


"Memang parpol itu fungsinya memajukan peradaban. Oleh karena itu PAN berusaha keras agar umat Islam memperkuat persatuan, bersatu walaupun berbeda," ujar Zulhas kepada wartawan di Jakarta, Rabu (12/7).

Membangun kedekatan dengan NU, salah satu yang dilakukan Zulhas adalah menggelar acara peringatan satu abad NU dengan tajuk "Simposium Nasional", yang saat itu dihadiri Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf beserta Sekjen PBNU Saifullah Yusuf.

Zulhas yang juga Menteri Perdagangan, mengakui sudah dua tahun berusaha mendudukkan bersama NU dan Muhammadiyah. Katanya, perbedaan pilihan soal ormas Islam dan parpol adalah hal yang biasa dan wajar.

"Beda partai, tapi harmoni persatuan itu penting. Itu terus saya lakukan selama hampir 2 tahun, terutama mempersatukan, duduk bareng," tuturnya.

Menurutnya, dengan bertransformasinya PAN menjadi partai yang terbuka, diharapkan bisa membuat suasana di masyarakat semakin sejuk, khususnya antara NU dan Muhammadiyah.

"Dengan itu masyarakat adem, tenang. Kalau masyarakat tenang, kita bisa membangun gitu. Bahwa soal pilihan-pilihan, terserah masing-masing," pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya