Berita

Pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi/Net

Dunia

Parlemen Oposisi Korsel Ingin Para Ahli Tinjau Rencana Pembuangan Limbah Nuklir Fukushima

RABU, 12 JULI 2023 | 12:17 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

  Anggota parlemen oposisi Korea Selatan mendesak pihak Jepang untuk melibatkan lebih banyak ahli dalam meninjau rencana negara itu untuk membuang air limbah nuklir Fukushima ke laut.

Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh anggota parlemen dari Partai Demokrat Korea Selatan, Wi Seong-gon, selama kunjungannya ke Tokyo, pada Rabu (12/7).

"Lebih banyak organisasi ahli harus mengambil bagian dalam meninjau rencana Jepang untuk membuang air limbah Fukushima ke laut selain badan pengawas nuklir PBB," tegas Wi, dalam konferensi bersama yang didukung oleh delapan anggota parlemen Jepang.


Dalam penjelasannya, Wi mengatakan bahwa mereka tengah mencoba untuk menyampaikan kekhawatiran suara masyarakat tentang dampak yang ditimbulkan dari rencana pembuangan limbah tersebut ke laut.

"Kami melakukan yang terbaik untuk membujuk pemerintah dan inilah mengapa kami mengunjungi Jepang sekarang," tambahnya, seperti dimuat Reuters.

Meski pemerintah Korea Selatan menghormati keputusan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang menyetujui rencana Jepang melepaskan air radioaktif olahan dari pembangkit nuklir Fukushima yang hancur akibat tsunami ke laut itu.

Namun, negara itu tetap mengakui kegelisahan domestik tentang rencana pembuangan tersebut.

Saat ini, Presiden Yoo Suk Yeol sendiri akan mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida  di sela-sela KTT NATO di Vilnius, Lithuania untuk membahas masalah pembuangan limbah lebih lanjut.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya