Berita

Penjabat Komandan Korps Marinir AS Jenderal Eric Smith berbicara selama upacara pelepasan jabatan untuk Jenderal Marinir David Berger, di Barak Marinir di Washington, DC, 10 Juli 2023/Net

Dunia

Pertama dalam Satu Setengah Abad, Korps Marinir AS Dibiarkan Tanpa Pemimpin

SELASA, 11 JULI 2023 | 16:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rotasi kepimpinan Marinir AS terhambat setelah Senator Alabama Tommy Tuberville menolak penunjukkan Jenderal Eric Smith sebagai pengganti Komandan Marinir Jenderal David Berger.

Ini adalah pertama kalinya Korps Marinir AS dibiarkan tanpa komandan dalam lebih dari satu setengah abad.

Posisi tersebut dikosongkan pada Senin (10/7) ketika Berger, yang mengambil peran puncak pada Juli 2019, mengundurkan diri dari jabatan tersebut, yang dibatasi selama empat tahun, seperti dikutip NBC, Selasa (11/7).


Upaya Senat memilih calon pengganti ditolak Tuberville, yang selama berbulan-bulan menentang kebijakan perjalanan aborsi Departemen Pertahanan.

Langkah ini tersebut pada akhirnya menunda sekitar 250 promosi, termasuk jabatan tinggi, dan dapat membuat Kepala Staf Gabungan tanpa ketua ketika Jenderal Mark Milley pensiun pada bulan September mendatang.

Untuk saat ini, Jenderal Eric Smith akan mengambil alih sebagai penjabat komandan,

Terakhir kali Marinir memiliki penjabat komandan pada 1859, ketika komandan kelima dan terlama, Archibald Henderson, meninggal tanpa penerus pada usia 76 tahun.

Dalam sebuah op-ed yang diterbitkan oleh Washington Post bulan lalu, Tuberville bersikeras bahwa blokadenya terhadap promosi tidak merusak kesiapan militer, dengan alasan bahwa hal itu tidak berdampak pada prajurit dan hanya memengaruhi pejabat tinggi.

Dia telah bersumpah untuk melanjutkan penangguhan sampai kebijakan aborsi ditinggalkan, atau secara resmi dimodifikasikan ke dalam undang-undang.

Pentagon mengecam tindakan Tuberville, dengan Menteri Pertahanan Lloyd Austin menekankan perlunya transisi kepemimpinan yang mulus dan tepat waktu.

Sementara itu, sekretaris pers Pentagon Sabrina Singh berpendapat bahwa protes Tuberville menjadi preseden berbahaya yang akan memiliki efek riak di seluruh departemen.

Gedung Putih juga mengatakan bahwa promosi yang tertunda menimbulkan ancaman bagi keamanan nasional, sebuah sikap yang digaungkan oleh beberapa petinggi Demokrat.

Beberapa Senat dari Partai Republik juga berusaha menjauhkan diri dari taktik Tuberville, termasuk pemimpin minoritas Mitch McConnell dan anggota parlemen Louisiana Bill Cassidy.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya