Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Gelombang Panas Bunuh 61 Ribu Orang di Eropa

SELASA, 11 JULI 2023 | 13:31 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Gelombang panas di Eropa selama musim panas tahun lalu telah banyak menelan korban jiwa. Totalnya terdapat lebih dari 61 ribu orang yang meninggal dunia selama periode tersebut.

Data ini dihimpun berdasarkan statistik terbaru dari Institut Kesehatan Global Barcelona (ISGlobal). Data diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine dan dikutip Al Arabiya Selasa (11/7).

Data menunjukkan 61.672 kematian akibat panas antara 30 Mei hingga 4 September 2022. Perempuan dua kali lebih mungkin meninggal akibat gelombang panas dibandingkan laki-laki.


Dengan data tersebut, para ahli memperingatkan bahwa gelombang panas pada akhir dekade ini kemungkinan bisa menelan 68 ribu kematian dini. Bahkan diproyeksikan sebanyak hampir 100 ribu kematian bisa tercatat akibat gelombang panas pada 2040.

Untuk itu perlu langkah-langkah yang lebih efektif untuk memerangi ancaman kenaikan suhu yang meningkat.

Studi ISGlobal dilakukan bekerja sama dengan Institut Kesehatan Nasional Prancis (Inserm). Studi ini menyelidiki data suhu dan kematian dari 2015 hingga 2022, mencakup 823 wilayah di 35 negara Eropa dengan populasi gabungan lebih dari 543 juta.

Menurut badan pengamatan Bumi Uni Eropa, Copernicus, Eropa mengalami rekor musim panas terpanas untuk tahun kedua berturut-turut pada tahun 2022.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya