Berita

Pasukan Jerman/Net

Dunia

Fokus ke Indo-Pasifik, Jerman Kirim Pasukan ke Australia

SENIN, 10 JULI 2023 | 18:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Jerman akan mengirim pasukan ke Australia untuk pertama kalinya. Langkah ini menunjukkan meningkatnya fokus Jerman pada Indo-Pasifik, di tengah meningkatnya ketegangan antara China dan Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut.

Pengerahan pasukan Jerman ke Australia dilakukan sebagai bagian dari latihan bersama dengan sekitar 30 ribu tentara dari 12 negara.

Panglima Angkatan Darat Jerman, Alfons Mais mengatakan 240 tentaranya diterbangkan ke Australia untuk ambil bagian dalam latihan Talisman Sabre pada 22 Juli hingga 4 Agustus. Ini adalah latihan militer terbesar antara Australia dan AS yang digelar dua kali setahun.


Pasukan Jerman yang dikerahkan meliputi 170 penerjun payung dan 40 marinir.

Selain Jerman, latihan ini juga diikuti oleh Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Prancis, dan Inggris.

"Kami bertujuan untuk menunjukkan bahwa kami adalah mitra yang andal dan mampu berkontribusi untuk menstabilkan tatanan berbasis aturan di kawasan ini," ujar Mais, seperti dikutip Reuters.

Meski begitu, Mais menggarisbawahi bahwa pengerahan pasukan Jerman tidak dimaksudkan untuk memusuhi siapa pun. Terlepas dari itu, ia menyoroti tantangan keamanan saat ini yang jauh lebih tidak jelas daripada sebelum tahun 1990.

"Perang Dingin itu mudah, itu adalah dunia dua kutub. Hari ini, kita tidak bisa lagi fokus hanya pada Eropa, kita harus memposisikan diri kita jauh lebih luas," jelasnya.

Sementara itu, Mais berencana untuk mengunjungi pasukan Jerman di Australia dan pabrik Rheinmetall yang merakit kendaraan angkut lapis baja Boxer untuk kedua angkatan pada pertengahan Juli, sebelum melakukan perjalanan ke Jepang dan Singapura.

Dalam beberapa tahun terakhir, Jerman memiliki kehadiran militer yang lebih besar di Indo-Pasifik.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya