Berita

Amunisi Tandan/Net

Dunia

Rusia: Kirim Bom Tandan ke Ukraina, Bukti Kegilaan Baru Amerika yang Sudah Putus Asa

SABTU, 08 JULI 2023 | 13:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kabar bahwa Amerika Serikat (AS) akan mengirim amunisi tandan ke Ukraina, ditanggapi dengan dingin oleh Rusia.

Duta Besar Rusia untuk AS, Anatoly Antonov, mengatakan pada Jumat (7/7) bahwa langkah AS tidak akan mempengaruhi tekad Rusia untuk mencapai tujuan operasi militer khusus di Ukraina. Bahkan, menurut Antonov, itu menunjukkan AS telah putus asa karena selalu gagal mengalahkan Rusia.

“Amunisi cluster adalah isyarat putus asa. Tindakan ini menceritakan kisah bahwa AS dan satelitnya telah menyadari bahwa mereka tidak berdaya. Namun, mereka tidak mau mengakui kegagalan mereka sendiri dan kegagalan upaya pasukan Ukraina untuk melakukan serangan terhadap Wilayah Rusia," kata Antonov, menambahkan itu adalah bentuk "kegilaan terbaru" Barat.


Itu juga sekaligus menunjukkan bahwa apa yang disebut-sebut Barat agar melindungi warga sipil di wilayah konflik, menjadi sekedar di mulut saja. Pengiriman amunisi tanda justru akan berdampak luas, meningkatkan taruhan dalam konflik Ukraina, membawa umat manusia lebih dekat ke konflik global, dan lagi-lagi warga sipil yang menjadi korban.

"Tingkat provokasi Amerika saat ini benar-benar tidak masuk akal, membawa umat manusia lebih dekat ke perang dunia baru. Amerika Serikat begitu terobsesi dengan gagasan untuk mengalahkan Rusia sehingga tidak menyadari keseriusan tindakannya. Mereka hanya meningkatkan kekuatan jumlah korban dan memperpanjang penderitaan rezim Kiev," tegas Antonov seperti dikutip dari TASS.

Washington menutup mata terhadap korban sipil, mengabaikan para ahli, aktivis hak asasi manusia, dan anggota parlemen yang menyuarakan tesis bahwa tindakan itu tidak manusiawi.

"Ada risiko bahwa submunisi akan meledakkan warga sipil tak berdosa selama bertahun-tahun ke depan karena apa yang dilakukan AS," kata Antonov.

Bom tandan atau amunisi tandan berisi ratusan submunisi. Saat bom diledakkan di udara, submunisi tersebar di area seluas puluhan meter persegi. Beberapa di antaranya tidak langsung meledak dan tetap berada di tanah, menjadi ancaman bagi warga sipil setelah konflik berakhir.

Lebih dari 100 negara, termasuk Inggris, Prancis, dan Jerman, telah melarang penggunaan senjata itu berdasarkan Konvensi Munisi Tandan yang diadopsi pada tahun 2008 dan diikuti oleh 11 negara, tetapi AS dan Ukraina bukan penandatangan larangan tersebut.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya