Berita

Para pengunjuk rasa saat melakukan aksi demonstrasi pada Jumat, 7 Juli 2023 di Peshawar, Pakistan, untuk memprotes pembakaran Al Quran di Swedia/AP

Dunia

Kecam Pembakaran Al Quran, Ribuan Pengunjuk Rasa Anti-Swedia Turun ke Jalan

SABTU, 08 JULI 2023 | 12:11 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Ribuan umat Muslim di Pakistan berkumpul di seluruh negeri pada Jumat (7/7) untuk memprotes pembakaran Al Quran yang terjadi minggu lalu di Stockholm.

Seruan untuk mengirim pesan yang kuat ke Swedia itu datang langsung dari Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif yang telah memicu protes anti-Swedia terbesar di negara ini.

Mengutip Associated Press, Kota Lahore di timur dan Karachi sebagai salah satu kota terbesar di Asia Selatan, menjadi titik lokasi utama protes ini, di mana ribuan orang berkumpul di jalan-jalan utama di kota itu.


Di ibu kota Islamabad, para pengacara yang memegang salinan Al Quran juga berkumpul untuk melakukan aksi protes di depan Mahkamah Agung, sementara kelompok jamaah yang lebih kecil berkumpul di luar masjid, menuntut pemutusan hubungan diplomatik dengan Swedia.

Tidak hanya umat Muslim, sekelompok minoritas Kristen di barat laut Pakistan juga mengadakan protes untuk mengutuk insiden pembakaran Al Quran tersebut.

Protes anti-Swedia ini turut melibatkan partai radikal Tehreek-e-Labiak Pakistan (TLP), partai yang terkenal dalam pemilihan umum Pakistan 2018 dengan kampanye yang fokus pada penistaan agama dan menyerukan hukuman mati bagi siapa pun yang menghina Islam ini, ikut bergabung dalam aksi di seluruh negeri.

TLP mendesak pemerintah Pakistan untuk memboikot semua produk Swedia dan pemutusan hubungan diplomatik hingga mendorong hukuman mati bagi pelaku pembakaran Al Quran.

Menanggapi kemarahan yang meluas di seluruh negeri ini, Menteri Luar Negeri Pakistan Bilawal Bhutto Zardari menyebut pembakaran Al Quran di Swedia sebagai contoh peningkatan Islamofobia yang merendahkan keyakinan umat Islam.

"Insiden itu adalah provokasi terang-terangan yang mencoba untuk mengobarkan sentimen dan merusak Islam sebagai agama perdamaian, toleransi, dan penerimaan," kata Bilawal, seraya menambahkan Pakistan akan membahas masalah ini di PBB pada 11 Juli mendatang.

Tindakan yang dilakukan seorang pria bernama Salwan Momika yang membakar Al Quran di halaman masjid di Stockholm saat perayaan Iduladha itu telah menuai kecaman luas dari seluruh dunia, khususnya negara Muslim dan Arab, yang memicu aksi protes terus diluncurkan di berbagai belahan dunia.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya