Berita

Aktivis hak asasi manusia (HAM) Natalius Pigai/Net

Politik

Natalius Pigai: Jokowi ke Papua Hanya Resmikan Bandara Perintis, Sekali Kunjungan Habis 5 Miliar

KAMIS, 06 JULI 2023 | 19:04 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Papua hingga belasan kali dinilai tak memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Pasalnya, anggaran hingga miliaran rupiah digelontorkan pemerintah daerah (Pemda) setiap kali dia datang.

Penilaian itu disampaikan aktivis hak asasi manusia (HAM) Natalius Pigai, menanggapi kunjungan Presiden Joko Widodo ke Kabupaten Asmat, Papua Selatan untuk meresmikan Bandara Ewer. Pigai mengaku sudah memiliki hitungan tentang biaya yang harus disiapkan saat ada kunjungan Jokowi di Papua.

“Sekali kunjungan Jokowi, Pemda siapkan Rp 5 miliar. Maka, (kalau) 14 kali sama dengan Rp 70 miliar, biaya gono-gini dari APBD tanpa pagu,” ujar Pigai kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (6/7).


Anggaran yang digelontorkan semakin sia-sia lantaran Jokowi hanya menghadiri seremoni peresmian infrastruktur saja. Padahal, hal serupa bisa dilakukan oleh pejabat level daerah.

“Ke Papua hanya resmikan gedung, pasar, bandara perintis. Itu tugas kepala daerah,” tuturnya.

Maka dari itu, mantan Komisioner Komnas HAM tersebut menagih janji-janji Jokowi dalam hal pembangunan infrastruktur utama di Papua, bukan justru meresmikan infrastruktur penunjang.

“Mana (jalan) tol dan kereta api di Papua?” ucap Pigai menyesalkan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya