Berita

Pengamat hubungan internasional dari Universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah/Net

Dunia

Korea Selatan Bakal Gunakan Kasus Limbah Nuklir untuk Tekan Jepang

KAMIS, 06 JULI 2023 | 17:56 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Rencana pembuangan air limbah nuklir Fukushima Daichi dinilai mampu menjadi alat baru yang akan digunakan Korea Selatan untuk menekan pemerintah Jepang agar lebih terbuka.

Begitu yang disampaikan pengamat hubungan internasional dari Universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (6/7).

Reza mengatakan Korea Selatan dan Jepang merupakan negara tetangga di Asia Timur yang bersaing dalam berbagai bidang keilmuan, bisnis, dan teknologi masa depan. Salah satunya, adalah teknologi dalam mengelola rare earth atau bahan alam yang langka, di mana Jepang tidak mau membagikannya kepada Korea Selatan.


Dikatakan Reza, bahwa Seoul berusaha menekan Tokyo untuk mendapat teknologi tersebut dengan berbagai isu-isu masa penjajahan, seperti perbudakan "Jugun Ianfu" dan kerja paksa "Romusha".

"Korea menggunakan dua kata kunci itu untuk mendesak Jepang agar lebih luwes," ujarnya.

Saat ini, lanjut Reza, kata kunci untuk menekan Jepang bertambah dengan hadirnya kasus pembuangan limbah nuklir Fukushima yang tidak hanya ditentang oleh Korea Selatan, tetapi juga China, Korea Utara, dan negara-negara di kepulauan Pasifik.

"Korea Selatan akan menggunakan momentum ini untuk menekan Jepang terus," ungkap Reza.

Sementara itu, jika merujuk pada sektor pembangunan nuklir, Korea Selatan masih pada level riset, tidak seperti Korea Utara yang sudah pada level praktik. Hal itu membuat Seoul akan mengambil posisi sebagai pihak yang proaktif terhadap nuklir Jepang.

"Korea akan menggunakan lobi-lobi internasionalnya untuk menekan Jepang lebih terbuka dan menggunakan momentum ini untuk memeriksa teknologi Jepang lebih dalam," jelasnya.

Terkait limbah nuklir, menurut Reza, apa yang diklaim Jepang aman, maka dipastikan telah melalui proses pemeriksaan yang ketat dan terpercaya. Sebab, Jepang telah mengalami dua episode nuklir penting yang membuat negara itu perlu berhati-hati.

"Jepang mengalami Pemboman Nagasaki dan Hiroshima tahun 1945, yang membuat Jepang hancur. Kemudian kasus nuklir bocor di Fukushima," jelasnya.

Sejak itu Jepang telah disorot dunia dan mendapat pengawasan kertat dari Badan Atom PBB (IAEA). Setelah melakukan pemeriksaan, pada Selasa (4/7), IAEA akhirnya mengizinkan Jepang membuang air limbah nuklirnya ke Samudera Pasifik.

Amerika Serikat melalui Departemen Luar Negerinya juga mendukung rencana Jepang karena transparansi yang ditunjukkan dalam pengelolaan dampak kecelakaan PLTN Fukushima 2011.

Setelah mendapat lampu hijau, Jepang dilaporkan tengah bersiap untuk membuang limbah nuklirnya paling cepat pada Agustus mendatang.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya