Berita

Menko PMK, Prof Muhadjir Effendy (tiga dari kanan) dalam sebuah acara/Ist

Nusantara

Kemenko PMK: Jauhkan Keluarga Indonesia dari "Neraka Dunia"

KAMIS, 06 JULI 2023 | 08:46 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mensejahterakan rakyatnya, termasuk menjauhkan keluarga Indonesia dari "neraka dunia".

Apa itu neraka dunia? Menurut Menko PMK, Muhadjir Effendy, neraka dunia yang dimaksud adalah berbagai macam tantangan dan rintangan yang dihadapi keluarga Indonesia untuk menjadi keluarga bahagia.

"Di Indonesia, neraka dunia secara desain teknokratik dirumuskan dalam tiga hal, pertama stunting, kedua kemiskinan ekstrem, dan ketiga berbagai macam penyakit sosial," tuturnya, lewat keterangan tertulis, Rabu (5/7).


Menurut Muhadjir, masalah stunting merupakan masalah utama yang bisa membawa keluarga Indonesia mengalami neraka dunia. Masalah itu harus diperangi dan dituntaskan, agar bisa menjadi negara maju.

“Saat ini pemerintah terus menggencarkan upaya percepatan penurunan stunting di seluruh daerah, dengan target stunting nasional pada 2024 menjadi 14 persen,” katanya.

Berdasar data BPS, keluarga miskin di Indonesia masih di atas 9 persen. Sedang berdasar data World Bank, keluarga Indonesia yang masuk kategori miskin ekstrem sebesar 1,4 persen. Presiden Jokowi menargetkan agar miskin ekstrem nasional 0 persen pada 2024.

Sedangkan masalah penyakit sosial, Muhadjir menyampaikan, harus diwaspadai agar keluarga terhindar dari neraka dunia, seperti masalah penyalahgunaan Narkoba, pergaulan bebas, serta pemikiran sesat dan ekstrem.

"Kenapa keluarga penting? Karena keluarga itu unit terkecil dari sebuah negara. Kalau keluarganya baik, keluarganya bahagia, negara otomatis secara teoritik juga akan bahagia," ujarnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya